Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Mahasiswa Unhas Buat Inovasi untuk Atasi Hama Padi

Kamis 29 Jul 2021 14:27 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Hasanuddin menghasilkan inovasi baru yakni Integrated Smart Hibrid Trap untuk menekan laju populasi dan serangan hama pada tanaman padi.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Hasanuddin menghasilkan inovasi baru yakni Integrated Smart Hibrid Trap untuk menekan laju populasi dan serangan hama pada tanaman padi.

Foto: unhas
Alat inovasi telah dimanfaatkan masyarakat di Dusun Pattene, Maros.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Hasanuddin menghasilkan inovasi baru yakni Integrated Smart Hibrid Trap untuk menekan laju populasi dan serangan hama pada tanaman padi. Alat tersebut telah dimanfaatkan oleh masyarakat di Dusun Pattene, Desa Minabaji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.

Pemasangan alat dilakukan oleh tim PKM-PI Unhas bersama kelompok tani mitra dan warga setempat. Pemasangan alat dikawasan sawah masyarakat mendapat respon yang sangat baik dari kelompok tani dikarenakan dapat memerangkap hingga ratusan hama serangga fase pra dewasa dan dewasa (Imago) dalam seminggu.

Asman, S.P., M.P., selaku dosen pembimbing menjelaskan inovasi mahasiswa Unhas tersebut menggunakan Photovoltaic (PV) sebagai sumber listrik utama. Dengan demikian, alat yang digunakan sangat ekonomis dan ramah lingkungan.

"Semoga alat ini bisa bermanfaat dan membantu petani dalam mereduksi serangan hama utama pada tanaman padi. Sehingga, produktivitas lahan tetap terjaga dan tidak terjadi kehilangan hasil panen karena hama. Dengan demikian, ketahanan pangan tetap terjaga terutama untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat," kata Asman, dalam keterangannya, Kamis (29/7).

Alat ini bekerja secara otomatis. Selain itu, terdapat indikator portabel menggunakan radio frekuensi untuk penggunaan yang lebih efektif dan efisien bagi petani dalam memonitoring hama.

Inovasi tersebut hadir setelah observasi  yang dilakukan tim PKM-PI Unhas yang  melihat masih sangat tingginya serangan hama pada tanaman padi. Hal tersebut menyebabkan kehilangan hasil panen dan masih tingginya penggunaan pestisida kimia sintetik dalam mengendalikan hama.

Hama-hama utama padi yang menjadi target alat Integrated Smart Hibrid Trap ini diantaranya penggerek batang padi, wereng hijau dan wereng coklat. Selain itu, turut juga dikembangkan alat perangkap hama tikus sawah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA