Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

BMKG: Fenomena Cuaca, Iklim, dan Tektonik Kian tak Pasti

Kamis 29 Jul 2021 13:40 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Mas Alamil Huda

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan risiko multibencana geohidrometeorologi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan perubahan fenomena cuaca, iklim dan tektonik. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan risiko multibencana geohidrometeorologi.

Hal ini diungkapkan Dwikorita saat rapat koordinasi pembangunan nasional (Rakorbangnas) dan peringatan hari BMKG ke-74 yang digelar secara virtual pada Kamis (29/7). "Dari monitoring BMKG, fenomena cuaca, iklim, dan tektonik di Indonesia cenderung makin dinamis, kompleks, tidak pasti, dan ekstrem. Sehingga risiko kejadian multibencana geohidrameteorologi makin meningkat," kata Dwikorita dalam sambutannya.

Dwikorita menyebut ada berbagai cara yang dilakukan BMKG guna mencegah jatuhnya korban jiwa saat multibencana geohidrameteorologi. Di antaranya melakukan adaptasi dan inovasi teknologi serta peningkatan kualitas SDM.

Dwikorita menyampaikan inovasi BMKG yaitu modernisasi peralatan observasi maritim, cuaca penerbangan, cuaca publik, dan iklim yang terintegrasi dalam single platform. BMKG juga melakukan penguatan flight information regional di 10 bandara di Indonesia

"Ini dilakukan agar informasi dan prediksi bencana dapat tersampaikan dengan baik," ujar Dwikorita.

Selain itu, Dwikorita menekankan pentingnya peran edukasi dan literasi dalam mitigasi bencana. Tanpa kedua unsur itu, masyarakat bisa saja kesulitan atau bahkan tak paham peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

"BMKG koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan semua unsur agar menggencarkan edukasi, literasi guna tingkatkan pemahaman dan kepatuhan dalam respons informasi BMKG demi wujudkan sikap waspada bahaya bencana," ucap Dwikorita.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA