Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Gregoria Mengaku Terbawa Permainan Cepat Intanon

Kamis 29 Jul 2021 10:42 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung memukul kok ke arah tunggal putri Thailand Ratchanok Intanon dalam perempat final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis (29/7/2021). Gregoria gagal melaju ke perempat final setelah kalah 12-21, 19-21 dari Ratchanok Intanon

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung memukul kok ke arah tunggal putri Thailand Ratchanok Intanon dalam perempat final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis (29/7/2021). Gregoria gagal melaju ke perempat final setelah kalah 12-21, 19-21 dari Ratchanok Intanon

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Gregoria terhenti di babak 16 besar tunggal putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak 16 besar Olimpiade Tokyo 2020. Gregoria harus mengakui ketangguhan pemain Thailand Ratchanok Intanon 12-21 dan 19-21 pada laga di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Kamis (29/7).

Gregoria mengaku terbawa permainan cepat lawannya yang punya ranking jauh di atasnya. "Gim pertama saya kepancing permainan cepat lawan kepancing main cepat. Padahal itu tidak menguntungkan buat saya, karena lawan sepertinya memancing  untuk main panjang," kata Gregoria dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id.

Baca Juga

Di sisi lain, kata dia, bola-bola penempatannya banyak yang keluar. Ia mengaku ingin mengembalikan kok yang bisa menyusahkan lawan, tetapi malah keluar dan mati sendiri.

Pada game kedua, lanjut Gregoria awalnya ia tak bisa mengatur irama. Saat di pertengahan ketika ketinggalan jauh, ia cuma berpikir kalau pun kalah tidak mau kalah begitu saja. 

"Pasti akan menyesal, apalagi jika tidak mencoba karena seperti yang sebelumnya saya bilang, saya ingin Olimpiade ini menjadi pembuktian diri bahwa saya bisa. Tapi, saya jadinya merasa tertekan di lapangan sehingga permainan saya kurang berkembang. Padahal, saya ingin all-out karena ini Olimpiade, empat tahun sekali," kata Gregoria. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA