Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

PTBA Gandeng CDP Kejar Net Zero Carbon

Kamis 29 Jul 2021 08:10 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi

PT Bukit Asam. PTBA menggandeng CDP guna melaksanakan operasional yang lebih ramah lingkungan.

PT Bukit Asam. PTBA menggandeng CDP guna melaksanakan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Foto: Antara
Kerja sama PTBA dan CDP sebagai wujud peningkatan perbaikan proses operasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) , anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, semakin konkret mewujudkan visinya sebagai perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan.

Hal ini dibuktikan dengan kerja sama PTBA dan CDP, organisasi internasional nonprofit yang menyediakan sistem global untuk mengukur, mengungkapkan, mengelola dan berbagi informasi penting tentang kinerja lingkungan perusahaan.

Berbasis di Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat, CDP merupakan lembaga penyedia penelitian iklim yang telah menggandeng ratusan investor. Tercatat, CDP telah bekerja sama dengan 827 investor bertotal aset 106 triliun dolar AS. CDP memegang data lingkungan perusahaan secara global dan menjadi jantung keputusan bisnis, investasi, dan kebijakan strategis perusahaan.

Kerja sama dengan CDP merupakan salah satu komitmen PTBA untuk menjawab tantangan isu perubahan iklim. Selama ini, Bukit Asam terus berupaya menurunkan emisi karbon yang dihasilkan oleh proses penambangan batu bara.

Pada Juli 2021, PTBA melangsungkan management meeting yang salah satu fokusnya adalah memantapkan strategi manajemen karbon di proses operasional. PTBA juga menetapkan target ambisius untuk mencapai net zero carbon pada 2060, sebagai wujud dukungan terhadap pencapaian target pemerintah.

"Kerja sama antara PTBA dan CDP diperlukan sebagai wujud transparansi pengelolaan lingkungan dan peningkatan perbaikan proses operasional yang lebih rendah karbon," ungkap Direktur Utama PTBA, Suryo Eko Hadianto.

Rencananya, laporan akan mulai dipublikasikan pada 2021. Diharapkan dengan melakukan keterbukaan informasi melalui kerangka Carbon Disclosure Project (CDP), para pemangku kepentingan mulai dari investor dalam dan luar negeri, pemerintah, serta masyarakat luas bisa melihat komitmen dan upaya konkret PTBA dalam mendukung kesepakatan Paris Agreement dan rencana pemerintah untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030.

"Semangat ini terus kami jaga bahwa ke depan masih banyak tugas dan tantangan yang akan dihadapi bersama," kata Suryo.

 

Baca Juga

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA