Kamis 29 Jul 2021 04:40 WIB

Keluarga Positif Covid Beda Waktu, Ini yang Harus Dilakukan

Anggota keluarga yang baru positif jangan kontak dengan yang mau sembuh.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Karta Raharja Ucu
Isolasi mandiri (ilustrasi)
Foto: republika
Isolasi mandiri (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli Patologi Klinis dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto angkat bicara soal masalah keluarga yang anggotanya terjangkit Covid-19 dengan waktu yang berbeda. Menurut Tonang, untuk mencegah fenomena pingpong tetap anggota keluarga masih positif atau sudah negatif harus melakukan isolasi mandiri (isoman) dengan ruangan yang terpisah.

"Yang baru mulai positif Covid-19 jangan kontak dengan yang sudah mau sembuh," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (24/7).

Tonang menjelaskan, pemisahan ruangan seperti itu juga diterapkan di rumah sakit yang disebut cohorting. Dalam hal ini, belum tentu virusnya beda varian, bisa juga sama. Namun, hanya jumlah virusnya rata-rata lebih tinggi pada yang baru saja mulai positif Covid-19.

"Bisa juga beda variannya, walau secara gejala belum tentu beda. Yang varian delta ini memang banyak dikeluhkan lebih variatif gejalanya. Demi kesembuhan masing-masing harus dipisahkan kalau tidak nanti malah lama untuk hasil negatifnya," kata dia.

Selain itu kamar mandi juga harus terpisah. Namun kalau hanya punya satu kamar mandi harus dibersihkan secara menyeluruh. Seperti dibersihkan dengan air sabun untuk lantai dan dindingnya. Dapat ditambahkan air desinfection. Tutup pintunya, minimal 15 menit kemudian baru boleh dipakai anggota keluarga yang lain.

"Sebaiknya (kamar mandi) terpisah. Kalau terpaksa punya satu kamar mandi, begitu selesai dipakai langsung dibersihkan. Lalu, ditutup pintunya dengan jeda yang lebih panjang. Itu lebih baik," kata Tonang.

Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Tanah Air terus bertambah. LaporCovid-19 melacak pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isolasi mandiri (isoman) dan di luar rumah sakit sebanyak 2.313 hingga Kamis (22/7).

Data analyst LaporCovid-19, Said Fariz Hibban mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari kontributor maupun laporan warga bahwa angka kematian pasien Covid-19 saat isoman dan di luar RS masih terjadi. Bahkan, jumlah kematian terus meningkat.

"Total kematian isoman dan di luar RS sebanyak 2.313. Ini sumbangsih dari rekap lapor Covid-19 sebanyak 1.901, rekapitulasi CISDI 412, rekap dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta 1.161," ujar Said saat konferensi virtual Lapor Covid-19 bertema Puncak Gunung Es Kematian Covid-19 di Luar Fasilitas Kesehatan, Kamis (22/7).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement