Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Indonesia dan Jepang Kerja Sama Tingkatkan SDM Otomotif

Rabu 28 Jul 2021 22:20 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Indonesia dan Jepang terus meningkatkan kerja sama dalam pengembangan kualitas SDM industri otomotif.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Indonesia dan Jepang terus meningkatkan kerja sama dalam pengembangan kualitas SDM industri otomotif.

Foto: BNPB Indonesia
Industri otomotif merupakan salah satu sektor prioritas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia dan Jepang terus meningkatkan kerja sama dalam pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri otomotif. Langkah strategis ini bertujuan memacu daya saing dan inovasi industri otomotif di Tanah Air agar semakin kompetitif di kancah global.

"Kementerian Perindustrian mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Jepang dalam rangka pengembangan kompetensi SDM sektor industri otomotif," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan resmi, Rabu (28/7).

Ia menjelaskan, berdasarkan peta jalan Indonesia Making 4.0, industri otomotif merupakan salah satu sektor prioritas pengembangan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2020. Guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan ketersediaan SDM terampil dan andal dalam penggunaan teknologi terkini sesuai perkembangan era industri 4.0.

Agus menuturkan, Indonesia memiliki potensi besar, ditopang sebanyak 21 industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, nilai investasinya sebesar Rp 71,35 triliun untuk kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun.

"Serapan tenaga kerja langsung di industri ini sebesar 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang bekerja di sepanjang rantai nilai industri itu," kata Agus menjelaskan.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA