Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Angka Kematian Tembus 2.000 Kasus Per Hari, Testing Digenjot

Rabu 28 Jul 2021 20:09 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas Public Safety Center 119 (PSC 119) bersama warga mengevakuasi jenazah pasien Covid-19 yang meninggal saat isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Jalan Padasuka, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Rabu (28/7). Berdasarkan hasil data yang dihimpun dari situs laporcovid19.org hingga (28/7) tercatat kasus kematian pasien Covid-19 saat isolasi mandiri dan di luar rumah sakit mencapai 2.705 kasus. Foto: Republika/Abdan Syakura

Petugas Public Safety Center 119 (PSC 119) bersama warga mengevakuasi jenazah pasien Covid-19 yang meninggal saat isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Jalan Padasuka, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Rabu (28/7). Berdasarkan hasil data yang dihimpun dari situs laporcovid19.org hingga (28/7) tercatat kasus kematian pasien Covid-19 saat isolasi mandiri dan di luar rumah sakit mencapai 2.705 kasus. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pemerintah akan menaikkan kapasitas testing Covid hingga 400 ribu spesimen per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Dessy Suciati Saputri, Haura Hafizhah,
Rr Laeny Sulistyawati

Meski laju penambahan kasus baru positif Covid-19 dan angka keterisian rumah sakit dalam tren penurunan, kenaikan jumlah kasus kematian akibat Covid-19 justru terus mengalami lonjakan yang sangat tinggi selama pelaksanaan PPKM Level 1-4. Pada Selasa (27/7), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bahkan mencatat, kenaikan jumlah kasus kematian harian mencapai 2.069 kasus.

Angka 2.069 kematian Covid-19 dalam sehari merupakan rekor tertinggi selama pandemi terjadi. Pada Rabu (28/7) angkanya turun namun, tetap terbilang tinggi yakni 1.824 kasus.

Baca Juga

Total kasus kematian di Indonesia telah mencapai 88.659 orang. Dari penambahan kasus kematian pada Rabu (28/7) disumbangkan oleh lima provinsi dengan angka kenaikan tertinggi.

Yakni Jawa Timur yang mencatatkan 401 kasus meninggal, disusul Jawa Tengah menambahkan 398 orang, Jawa Barat melaporkan penambahan 205 kasus meninggal, Lampung menambahkan 182 orang, dan Kalimantan Timur menambahkan 87 orang.

Angka kematian harian Covid-19 selalu di atas 1.000 orang dalam 10 hari terakhir. Dari grafik kematian harian yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, terlihat bahwa tren lonjakan kematian secara signifikan mulai terjadi sejak pertengahan Juni 2021, sampai hari ini. Padahal pada April 2021, angka kematian sempat beberapa kali tercatat di bawah 100 orang per hari.

In Picture: Evakuasi Jenazah Pasien Covid-19 yang Meninggal Saat Isoman

photo
Petugas Public Safety Center 119 (PSC 119) bersama warga mengevakuasi jenazah pasien Covid-19 yang meninggal saat isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Jalan Padasuka, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Rabu (28/7). Berdasarkan hasil data yang dihimpun dari situs laporcovid19.org hingga (28/7) tercatat kasus kematian pasien Covid-19 saat isolasi mandiri dan di luar rumah sakit mencapai 2.705 kasus. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)
 


Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan meningkatnya angka kematian kasus Covid-19 disebabkan gagalnya intervensi di hulu, kapasitas testing yang buruk, dan fasilitas kesehatan (faskes) yang tidak memadai.

"Ya angka kematian harian Covid-19 tembus sampai 2.000 kasus sudah saya prediksi. Kenapa ini terjadi? Dari awal testing di Indonesia sudah buruk. Puncaknya sebelum Agustus nanti bisa lebih dari 3.000 kalau pemerintah tidak cepat melakukan testing kepada masyarakatnya," katanya saat dihubungi Republika, Rabu (28/7).
Kemudian, ia melanjutkan, program vaksinasi kepada kelompok berisiko, seperti lansia dan yang memiliki komorbid, juga lambat. Vaksinasi harus ditingkatkan oleh pemerintah. Jika tidak angka kematian akan semakin menambah.

"Masyarakat juga kalau memiliki gejala atau sakit segera ke rumah sakit. Jangan diam di rumah saja. Yakin kalau bisa sembuh dan konsultasi ke tenaga kesehatan," kata dia.

Dicky menambahkan, kurangnya ketersediaan oksigen juga bisa membuat pasien Covid-19 semakin parah dan akhirnya meninggal. Dalam hal ini, pemerintah harus evaluasi dan menambahkan banyak oksigen di seluruh Indonesia.

"Pemerintah harus turun tangan secara cepat atasi pandemi ini. Semua disediakan. Testing ditingkatkan. Coba dari awal serius menangani hal ini, pasti kasus Covid-19 di Indonesia tidak separah ini," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA