Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Wiku: Pemerintah tak Buru-Buru Lakukan Pembukaan Pengetatan

Rabu 28 Jul 2021 18:31 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Gita Amanda

 Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah tak akan terburu-buru dalam memutuskan pembukaan pengetatan mobilitas masyarakat meskipun terjadi penurunan kasus dalam satu minggu terakhir. (ilustrasi).

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah tak akan terburu-buru dalam memutuskan pembukaan pengetatan mobilitas masyarakat meskipun terjadi penurunan kasus dalam satu minggu terakhir. (ilustrasi).

Foto: Satgas Covid-19
Perlu hati-hati dan persiapan matang untuk memutuskan pemukaan aktivitas masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah tak akan terburu-buru dalam memutuskan pembukaan pengetatan mobilitas masyarakat meskipun terjadi penurunan kasus dalam satu minggu terakhir. Menurutnya, diperlukan kehati-hatian dan persiapan yang matang untuk memutuskan kebijakan pembukaan aktivitas masyarakat di tengah tingginya penambahan kasus.

“Untuk itu, perpanjangan PPKM tetap dilakukan untuk melihat apakah penurunan ini konsisten terjadi dan dapat dipertahankan, serta memperbaiki kasus kematian yang masih meningkat,” kata Wiku saat konferensi pers.

Keputusan pemerintah yang memperpanjang PPKM level 1-4 ini merupakan upaya untuk mengendalikan penambahan kasus. Semakin efektif pengendalian yang dilakukan, maka penambahan kasus dapat semakin ditekan.

Selain itu, perpanjangan PPKM kali ini merupakan upaya gas rem yang dilakukan pemerintah untuk menyeimbangkan aktivitas ekonomi dan penanganan kesehatan. Namun, pembukaan sektor ekonomi ini akan terus dievaluasi menyesuaikan dengan perkembangan kasus Covid-19.

“Untuk itu manfaatkan waktu satu minggu sebaik mungkin dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, utamanya pada sektor yang sudah mulai dibuka. Karena itu dapat menentukan apakah pembukaan ini berdampak pada kenaikan kasus atau tidak,” ujar Wiku.

Wiku menyampaikan, jika sektor-sektor yang telah dibuka tersebut ternyata tak patuh menjalankan protokol kesehatan dan justru terjadi peningkatan kasus, maka perlu dilakukan kembali pembatasan kegiatan masyarakat.

“Namun, jika sektor ini patuh protokol kesehatan dan terbukti tidak meningkatkan kasus, bukan tidak mungkin kita akan semakin siap untuk pembukaan bertahap di minggu depan,” lanjut dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA