Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Tarik Ulur Kebijakan Penggunaaan Masker di Amerika Serikat

Rabu 28 Jul 2021 13:47 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pria mengenakan masker di stasiun bawah tanah di New York, Amerika Serikat. CDC mengumumkan keharusan kembali mengenakan masker di tempat-tempat umum dalam ruangan di daerah-daerah tempat virus corona menyebar dengan cepat.

Pria mengenakan masker di stasiun bawah tanah di New York, Amerika Serikat. CDC mengumumkan keharusan kembali mengenakan masker di tempat-tempat umum dalam ruangan di daerah-daerah tempat virus corona menyebar dengan cepat.

Foto: EPA
Rekomendasi baru CDC, masker harus kembali dikenakan di Amerika.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Indira Rezkisari, Antara

Di tengah kenaikan kasus akibat varian baru Covid-19 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC meminta warga Amerika yang sudah divaksin, termasuk yang telah menerima dosis lengkap, untuk kembali mengenakan masker. Padahal penggunaan masker di Negara Paman Sam sudah seperti barang langka.

Bukti ilmiah memang menunjukkan penggunaan masker bisa mengurangi penularan Covid-19. Di Amerika, dikutip dari laman Nature, setahun lebih setelah pandemi ditambah banyaknya orang yang sudah divaksin membuat penggunaan masker menurun.

Ilmuwan, pakar kesehatan publik, dan pejabat negara kesulitan untuk mengajak orang, terutama mereka yang tidak divaksin, untuk mengenakan maser. Berdasarkan data, penggunaan masker di Amerika menurun sejak pertengahan Februari 2021. Padahal angka infeksi naik di beberapa daerah.   

Pakar penyakit menular dari Universitas California, Monica Gandhi, menganjurkan pesan penggunaan masker tetap dibuat oleh pemerintah, meski jumlah orang yang sudah divaksinasi tinggi. Pelonggaran aturan bermasker bisa dilakukan dengan tujuan memberi masyarakat harapan dan untuk memotivasi orang divaksin.

Tapi, ia mengingatkan pesan pelonggaran harus dilakukan secara sangat hati-hati. Alasannya, perubahan aturan bermasker akan sangat sulit untuk ditegakkan lagi setelah dicabut.

CDC mengumumkan keharusan kembali mengenakan masker di tempat-tempat umum dalam ruangan di daerah-daerah tempat virus corona menyebar dengan cepat. Dalam pengetatan atas pedoman yang dikeluarkan awal bulan ini, CDC juga merekomendasikan semua siswa, guru, dan staf di sekolah untuk taman kanak-kanak hingga kelas 12 memakai masker meskipun mereka telah divaksin.

Kasus virus corona AS telah meningkat karena varian Delta yang sangat menular. Varian yang muncul di India itu telah menyebar dengan cepat dan sekarang menyumbang lebih dari 80 persen kasus virus corona di AS.

Presiden AS, Joe Biden, mengatakan bahwa peningkatan vaksinasi dan pemakaian masker akan membantu Amerika Serikat menghindari penguncian pandemi serta penutupan tempat usaha dan sekolah seperti yang dialami negara itu pada 2020. "Kita tidak akan kembali ke situ," kata Biden.

CDC mengatakan bahwa 63,4 persen negara-negara bagian AS memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi untuk membenarkan penerapan aturan memakai masker dalam ruangan dan harus segera melanjutkan kebijakan tersebut. Manhattan, Los Angeles, dan San Francisco memenuhi kriteria penularan seperti halnya seluruh negara bagian Florida, tetapi Chicago dan Detroit tidak.

Ketua Federasi Guru Amerika, Randi Weingarten, dalam pernyataan memuji panduan baru CDC mengenai pemakaian masker. Ia menyebut panduan tersebut sebagai tindakan pencegahan yang diperlukan sampai anak-anak di bawah 12 tahun dapat menerima vaksin Covid-19 dan lebih banyak orang Amerika di atas 12 tahun mendapatkan vaksinasi.

Panduan CDC sebelumnya untuk sekolah hanya meminta siswa yang tidak divaksin untuk memakai masker. Namun, rekomendasi CDC yang baru tidak mengikat. Banyak warga Amerika, terutama di negara-negara bagian yang condong ke Partai Republik, mungkin memilih untuk tidak mengikutinya. Setidaknya delapan negara bagian melarang sekolah mewajibkan masker.

Dr Isaac Weisfuse, seorang ahli epidemiologi medis, di Cornell University Public Health, mengatakan perubahan itu dibenarkan tetapi yakin bahwa resistensi mungkin terjadi di antara beberapa orang. "Saya pikir, kita akan mendapat pukulan balik karena menurut saya orang mungkin melihatnya sebagai kemunduran," katanya.

Dua bulan lalu, ketika CDC mengumumkan bahwa orang yang sudah divaksinasi lengkap dapat melepas masker kasus Covid-19 sedang menurun. Vaksinasi telah melambat secara dramatis dan hanya 58 persen orang yang memenuhi syarat yang telah divaksin penuh.

Beberapa studi baru menunjukkan bahwa orang-orang yang sudah divaksin dengan dosis lengkap dan membawa virus (seperti orang-orang yang belum divaksin) kemungkinan bisa menularkan infeksi tersebut kepada orang lain, Direktur CDC Dr Rochelle Walensky mengatakan kepada wartawan pada pengarahan lewat telepon.

"Kami rasa penting bagi orang-orang untuk memahami bahwa mereka dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain," katanya.

Pada Senin (26/7), pemerintahan Biden mengonfirmasi tidak akan mencabut pembatasan perjalanan internasional yang ada, dengan alasan meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Amerika memperkirakan kasus Covid-19 akan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan, seperti dilansir dari Reuters,

Amerika Serikat memimpin dunia dalam jumlah rata-rata harian infeksi baru, terhitung satu dari setiap sembilan kasus yang dilaporkan di seluruh dunia muncul setiap hari. Rata-rata tujuh hari untuk kasus baru telah meningkat tajam dan mencapai 57.126, masih sekitar seperempat dari puncak pandemi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA