Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Sydney Bersiap Perpanjang Lockdown Saat Kota Lain Dibuka

Rabu 28 Jul 2021 08:05 WIB

Red: Nur Aini

Suasana jalanan yang sepi di kawasan pusat bisnis Sydney, Australia, Selasa (29/6).

Suasana jalanan yang sepi di kawasan pusat bisnis Sydney, Australia, Selasa (29/6).

Foto: AAP
Kasus Covid-19 di Sydney bertahan tinggi meski sudah ada perintah tinggal di rumah

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Karantina wilayah (lockdown) Covid-19 di kota terbesar di Australia, Sydney, siap diperpanjang karena kasus-kasus baru tetap tinggi meskipun sebulan di bawah perintah tinggal di rumah yang ketat. Sementara Victoria dan South Australia melonggarkan pembatasan dari Rabu (28/7).

Sydney sedang berjuang untuk mengendalikan wabah terburuk tahun ini dari peningkatan infeksi, yang dipicu oleh jenis virus Delta yang sangat menular. Para pejabat meminta penduduk untuk tetap berada di rumah kecuali untuk alasan mendesak. Karantina wilayah yang telah diberlakukan selama berminggu-minggu akan berakhir dalam tiga hari.

Baca Juga

Media Australia mengatakan pihak berwenang akan mengumumkan perpanjangan empat minggu pada Rabu setelah pembatasan ketat gagal menurunkan kasus. New South Wales, yang beribu kota Sydney, pada Selasa (27/7) melaporkan 172 kasus baru, kenaikan harian terbesar sejak Maret 2020.

Kantor kepala pemerintahan New South Wales tidak segera menanggapi permintaan komentar. Hal yang menjadi perhatian khusus adalah meningkatnya jumlah orang yang positif dengan varian Delta yang bergerak di masyarakat. Jika angka itu kembali mendekati nol, pembatasan ketat tidak akan berlanjut, kata pihak berwenang.

Sekitar satu orang dari tiga kasus baru yang terdeteksi selama beberapa hari terakhir berkeliaran di masyarakat saat orang tersebut terinfeksi. Ketika Sydney bersiap untuk pembatasan yang lebih ketat selama sebagian besar Agustus, negara bagian Victoria dan South Australia keluar dari pembatasan karantina pada Rabu setelah mengatasi wabah virus.

Australia mempertahankan angka Covid-19 relatif rendah, dengan lebih dari 33.200 kasus dan 920 kematian sejak pandemi mulai melanda. Tetapi, varian Delta yang bergerak cepat dan cakupan vaksinasi yang rendah telah membuat penduduk frustrasi.

Banyak bisnis Sydney terpaksa tutup, dengan karantina diperkirakan akan berdampak besar pada ekonomi Australia senilai A$ 2 triliun (Rp 21,7 kuadriliun). Menteri Keuangan Simon Birmingham mengatakan pemerintah federal dapat memberikan lebih banyak dukungan kepada pengusaha tergantung pada keputusan yang dibuat oleh otoritas New South Wales.

"(Perdana menteri) akan berbicara lebih banyak hari ini," kata Birmingham kepada Australian Broadcasting Corp, Rabu (28/7).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA