Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Aturan Dilonggarkan, KBRI Gelar Remarkable Indonesia Fair

Selasa 27 Jul 2021 18:46 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Duta Besar LBBP RI untuk Swiss dan Liechstentien,  Muliaman Hadad, bersama-sama dengan Walikota Pratteln, Stephan Burgunder hadir dan membuka kegiatan secara resmi didampingi Presiden Verein Indonesia-Schweiz, Ersalina Schimidlin; KUAI PTRI Jenewa, Dubes GrataWerdaningtyas dan Dewatap RI II di Jenewa, Dubes Syamsul Siregar.

Duta Besar LBBP RI untuk Swiss dan Liechstentien, Muliaman Hadad, bersama-sama dengan Walikota Pratteln, Stephan Burgunder hadir dan membuka kegiatan secara resmi didampingi Presiden Verein Indonesia-Schweiz, Ersalina Schimidlin; KUAI PTRI Jenewa, Dubes GrataWerdaningtyas dan Dewatap RI II di Jenewa, Dubes Syamsul Siregar.

Foto: istimewa
Kegiatan Remarkable Indonesia digelar atas kerja sama KBRI Bern dan Kemendag

REPUBLIKA.CO.ID, PRATTELN -- Sambil menikmati mulai masuknya musim panas di Swiss dan dimulainya pelonggaran kembali pembatasan sosial sejak bulan lalu oleh pemerintah Swiss, ratusan pengunjung masyarakat di Swiss dengan semangat melangkahkan kaki berkunjung ke ”Remarkable Indonesia Fair” untuk menikmati bazar musim panas kuliner dan produk Indonesia serta pergelaran seni dan tari tradisional Indonesia, yang diselenggarakan selama dua hari, pada tanggal 24-25 Juli 2021 di Kultur &Sprortzentrum, Pratteln, Swiss. 

Kegiatan Remarkable Indonesia terlaksana atas kerja sama antara KBRI Bern, Kementerian Perdagangan RI (Atase Perdagangan), Verein Indonesia-Schweiz, dan Sinar Indonesia GmbH. Kegiatan Remarkable Indonesia Fair merupakan bagian dari upaya promosi Trade, Tourism, Investment (TTI) bagi masyarakat di Swiss.

Duta Besar LBBP RI untuk Swiss dan Liechstentien,  Muliaman Hadad, bersama-sama dengan Walikota Pratteln, Stephan Burgunder hadir dan membuka kegiatan secara resmi didampingi Presiden Verein Indonesia-Schweiz, Ersalina Schimidlin; KUAI PTRI Jenewa, Dubes Grata Werdaningtyas dan Dewatap RI II di Jenewa, Dubes Syamsul Siregar.

Dubes Muliaman menyampaikan saat ini terbuka kembali kesempatan untuk melakukan promosi setelah pemerintah Swiss memberikan pelonggaran bagi kegiatan masyarakat. Hubungan Indonesia-Swiss telah semakin meningkat tidak saja antarpemerintah tetapi juga antar pebisnis, dan people-to-people.

Hubungan Indonesia-Swiss akan semakin baik dan diharapkan akan terus membaik setelah semua pihak melakukan ratifikasi Indonesia-EFTA CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement between the Republic of Indonesia andtheEuropeanFree Trade Association States).

Menurut Swiss Federal Customs Administration/FCA, total nilai ekspor Indonesia ke Swiss pada periode Januari-Juni tahun 2021 yaitu sebesar 888 juta dolar AS. Sementara nilai impor Indonesia dari Swiss sebesar 173 juta dolar AS. Perdagangan Indonesia-Swiss mencatat surplus bagi Indonesia sebesar 715 juta dolar AS pada periode Januari-Juni pada  tahun 2021, atau surplus senilai Rp 10,3 triliun.

Penyelenggaraan kegiatan “Remarkable Indonesia Fair” terlaksana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku dari pemerintah Swiss. Sebagai informasi sejak 26 Juni,pemerintah Swiss mulai melakukan relaksasi kebijakan termasuk telah memperbolehkan penyelenggaraan dengan skala yang lebih besar.

Kegiatan Remarkable Indonesia Fair menampilkan berbagai gerai/paviliun Indonesia dengan kategori food/drink dan kategori non-food. Para pengunjung dapat menikmati kuliner nusantara dan suguhan kopi asal berbagai daerah di Indonesia.

Para pengunjung juga dapat menyaksikan penampilan tari tradisional Indonesia, seperti tari tortor-Sumut, tari klasik Golek-Yogyakarta, tari topeng pajegan-Bali tari Dayak-Kalbar, tari piring-Sumbar dan penampilan Angklung. Demikian juga pemutaran video pariwisata dan perdagangan Indonesia. Dalam kegiatan Remarkable Indonesia Fair, KBRI Bern juga membuka pelayanan kekonsuleran ‘warung konsuler’ bagi WNI yang memerlukan.

Tahun 2021 merupakan tahun perayaan peringatan 70 tahun hubungan Indonesia dengan Swiss, sejak dibukanya hubungan diplomatik kedua negara pada tahun 1951. Kemajuan yang sudah dicapai diharapkan akan terus meningkat dengan komitmen kedua negara terus memperkuat kemitraan, khususnya dalam hubungan ekonomi yang semakin erat serta komitmen dukungan Swiss dalam kemitraan ekonomi komprehensif melalui Indonesia-EFTA CEPA.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA