Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Jokowi Minta Perguruan Tinggi Ajak Industri Didik Mahasiswa

Selasa 27 Jul 2021 16:31 WIB

Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo meminta perguruan tinggi berinisiatif mengajak pelaku industri atau praktisi ikut mendidik para mahasiswa. Hal ini agar mahasiswa mampu bersaing di pasar kerja yang semakin terbuka dan terglobalisasi. (Foto: Presiden Joko Widodo)

Presiden Joko Widodo meminta perguruan tinggi berinisiatif mengajak pelaku industri atau praktisi ikut mendidik para mahasiswa. Hal ini agar mahasiswa mampu bersaing di pasar kerja yang semakin terbuka dan terglobalisasi. (Foto: Presiden Joko Widodo)

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Jokowi ingin mahasiswa mampu bersaing di pasar kerja yang terbuka dan terglobalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta perguruan tinggi berinisiatif mengajak pelaku industri atau praktisi ikut mendidik para mahasiswa. Hal ini agar mahasiswa mampu bersaing di pasar kerja yang semakin terbuka dan terglobalisasi.

"Ajak industri ikut mendidik para mahasiswa sesuai dengan kurikulum industri, bukan kurikulum dosen agar para mahasiswa memperoleh pengalaman yang berbeda dari pengalaman di dunia akademis semata," kata Presiden Jokowi dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia, Konvensi Kampus XXVII dan Temu Tahunan XXII secara virtual yang dipantau di Yogyakarta, Selasa (27/7).

Baca Juga

Presiden mengatakan perguruan tinggi sangat membutuhkan kolaborasi dengan praktisi dan pelaku industri. Demikian pula sebaliknya, para pelaku industri sangat membutuhkan talenta dan inovasi teknologi dari perguruan tinggi.

Menurut dia, kolaborasi dunia industri serta praktisi dengan perguruan tinggi saat ini semakin diperlukan mengingat pandemi COVID-19 mendorong meluasnya proses disrupsi di berbagai sektor. "Banyak jenis pekerjaan yang hilang karena disrupsi tetapi juga banyak pekerjaan baru yang bermunculan di masa kini dan masa yang akan datang karena disrupsi," kata dia.

Dengan demikian, kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi meninggalkan cara kerja lama sehingga mampu menyiapkan mahasiswa lebih kompetitif. Menurut dia, akan banyak pengetahuan dan keterampilan yang menjadi tidak relevan lagi dalam beberapa tahun ke depan karena bermunculan pengetahuan baru yang dikembangkan oleh lembaga penelitian dan para praktisi.

"Pengetahuan dan keterampilan yang hebat di masa kini bisa jadi sudah tidak dibutuhkan lagi dalam lima tahun atau 10 tahun ke depan. Mahasiswa harus disiapkan menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk zamannya," kata dia.

Sebab itu, menurut Presiden, penting bagi mahasiswa diberikan kesempatan belajar kepada siapa saja dan di mana saja, termasuk dari para praktisi dan pelaku industri. "Kurikulum harus memberikan bobot SKS yang jauh lebih besar bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi dan industri," kata dia.

Ia berharap eksposur mahasiswa dan dosen pada industri teknologi masa depan harus ditingkatkan. "Pengajar dan mentor dari pelaku industri, magang mahasiswa ke dunia industri dan bahkan industri sebagai tenant di dalam kampus juga harus ditambah. Termasuk organisasi praktisi lainnya juga harus diajak berkolaborasi," kata presiden.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA