Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Freeport Targetkan Produksi Tembaga dan Emas Dua Kali Lipat

Selasa 27 Jul 2021 14:53 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi

Area pertambangan Grasberg PT Freeport, Mimika, Papua (ilustrasi). Freeport memproteksi penjualan tembaga dan emas dari hasil tambang Grasberg sebesar total 3,44 miliar dolar AS atau sekitar Rp 48,16 triliun.

Area pertambangan Grasberg PT Freeport, Mimika, Papua (ilustrasi). Freeport memproteksi penjualan tembaga dan emas dari hasil tambang Grasberg sebesar total 3,44 miliar dolar AS atau sekitar Rp 48,16 triliun.

Foto: Reuters/Stringer
Freeport targetkan produksi tahunan 1,55 miliar pound tembaga dan 1,6 juta ons emas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Freeport Indonesia (PTFI) mengoperasikan salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia di Grasberg. PTFI memproduksi konsentrat tembaga yang mengandung emas dalam jumlah yang signifikan dan perak.

Chairman and CEO Freeport-McMoRan Richard C Adkerson memproyeksikan penyelesaian ramp up diharapkan memungkinkan PTFI untuk menghasilkan rata-rata tahunan produksi 1,55 miliar pound tembaga dan 1,6 juta ounces emas untuk beberapa tahun ke depan. Produksi ini diharapkan mampu memberikan margin dan arus kas yang signifikan.

"PTFI mengharapkan produksi pada 2021 menjadi perkiraan 1,3 miliar pound tembaga dan 1,3 juta ounces emas, hampir dua kali lipat dibandingkan 2020," ungkap Adkerson melalui siaran pers.

Adkerson mengestimasi belanja modal tahunan PTFI untuk proyek pengembangan tambang bawah tanah diharapkan rata-rata sekitar 0,9 miliar dolar AS per tahun untuk 2021 dan 2022. Itupun setelah dikurangi kontribusi terjadwal dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (PT Inalum, juga dikenal sebagai MIND ID).

Sesuai dengan akuntansi yang berlaku, biaya agregat (sebelum kontribusi terjadwal dari PT Inalum), yang diperkirakan rata-rata 1,1 miliar dolar AS per tahun untuk 2021 dan 2022, akan tercermin sebagai aktivitas investasi dalam laporan arus kas Freeport-McMoRan, dan kontribusi dari PT Inalum akan tercermin sebagai kegiatan pembiayaan.

PTFI, perusahaan terafiliasi Freeport-McMoRan Copper Gold Inc. Freeport-McMoRan memiliki 48,76 persen kepemilikan di PT-FI dan mengelola operasi penambangannya. Berdasarkan perjanjian pemegang saham, kepentingan ekonomi Freeport-McMoRan di PTFI sekitar 81 persen hingga 2022.

"PTFI terus beroperasi dengan protokol yang dirancang untuk melindungi kesehatan dan keselamatan tenaga kerjanya selama pandemi Covid-19," kata Adkerson.

Selama kuartal II 2021, PTFI mulai memberikan vaksin kepada tenaga kerjanya dan mengharapkan program ini dapat dipercepat hingga separuh kedua 2021. Menyusul peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, PTFI baru-baru ini menerapkan kembali protokol yang diperketat dan pembatasan perjalanan untuk melindungi kesehatan tenaga kerja dan masyarakat sekitar.

 

Baca Juga

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA