Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Lonjakan Covid-19, Libya Berlakukan Jam Malam

Selasa 27 Jul 2021 13:33 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Virus Covid-19 (ilustrasi)

Virus Covid-19 (ilustrasi)

Foto: Pixabay
Jam malam akan berlangsung selama dua minggu mulai pukul 6 sore sampai jam 6 pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI -- Pemerintah Libya mengumumkan pemberlakuan jam malam karena meningkatnya infeksi COVID-19. Padahal di waktu yang sama vaksinasi nasional tengah digencarkan. 

Jam malam akan berlangsung selama dua minggu mulai pukul 6 sore sampai jam 6 pagi. Menteri Kesehatan Libya Ali Zanati menekankan pentingnya jam malam. Ia membenarkan bahwa pusat isolasi COVID-19 di Libya Barat telah padat. 
 
Kementerian Kesehatan Libya sebelumnya mengumumkan akan meluncurkan kampanye vaksinasi masif melawan pandemi. Apalagi Libya telah menerima lebih dari 1 juta dosis vaksin COVID-19, dan lebih banyak dosis diharapkan segera tiba. 
 
Kampanye ini bertujuan untuk memvaksinasi 1 juta orang, baik warga negara Libya atau orang asing, di atas usia 18 tahun. Lebih dari 500.000 orang telah divaksinasi secara nasional sejauh ini. Sejumlah pusat vaksinasi sementara didirikan di ibu kota Tripoli, dengan lebih banyak pusat yang akan dibangun di kota-kota barat, timur dan selatan. 
 
"Setiap orang harus menyadari pentingnya vaksin melawan virus corona, karena itu adalah satu-satunya cara untuk menghentikan infeksi," kata seorang pejabat senior Pusat Pengendalian Penyakit Nasional yang enggan namanya disebutkan dilansir dari Xinhua pada Selasa (27/7).
 
Ia menambahkan bahwa Libya berkomitmen untuk melewati situasi saat ini. Langkah-langkah perlindungan yang baru-baru ini diadopsi oleh Pemerintah Libya termasuk melarang pertemuan publik, transportasi umum, dan menutup restoran dan kedai kopi. 
 
Pada bulan Juli lalu, Libya menutup perbatasan dengan Tunisia karena tingginya jumlah infeksi. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Nasional, Libya sejauh ini mencatat total 236.961 kasus dan 3.398 kematian. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA