Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Mensos: Gotong Royong Ringankan Beban Selama Pandemi

Selasa 27 Jul 2021 13:56 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Agus Yulianto

Menteri Sosial Tri Rismaharini

Menteri Sosial Tri Rismaharini

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Pemerintah membutuhkan sinergitas antar sesama anak bangsa. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya penanggulangan pandemi Covid-19, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Pemerintah membutuhkan sinergitas antar sesama anak bangsa dengan menumbuhkan semangat gotong royong membantu sesama, tanpa harus menunggu bantuan pemerintah.

“Konsep gotong royong yang kita lakukan itu bisa meringankan penanganan pandemi Covid-19. Sebab dalam gotong royong itu ada tanggung jawab, ada rasa persaudaraan senasib sepenanggungan. Kita harus kembangkan lagi semangat gotong royong itu,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangannya, Selasa (27/7).

Dalam semangat gotong royong, kata Mensos, mesti percaya bahwa ada kekuatan yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Seberat apapun persoalannya, tapi dengan syarat tidak bergerak masing-masing ataupun sendiri-sendiri.

“Saya percaya segala macam persoalan bangsa kita bisa diselesaikan secara bersama-sama selama ada semangat bergotong royong dan tidak bergerak sendiri-sendiri, serta bukan kamu-kamu dan gue-gue hal itu sudah pasti tidak menjadi solusi,” katanya.

Di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, Risma menekankan, betapa semangat gotong royong bisa menyelamatkan dan melindungi orang lain. Khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) cukup di rumah saja, perlu mendapat perhatian tetangga dan sesama warga sekitar.

“Warga harus peduli dengan memberikan makanan kepada orang yang isoman sehingga ia tidak perlu keluar rumah membeli makan yang berpotensi menulari satu warung. Ini contoh nyata kepedulian dalam semangat gotong royong yang melindungi dan sayang kepada orang lain,” terang Mensos.

Bahkan, dalam sejarah mengajarkan bahwa pada zaman perang kemerdekaan dimana dengan persenjataan dan sumber daya terbatas. Kemungkunan menang kecil, namun ternyata bangsa Indonesia bisa berhasil, karena ada semangat gotong royong di antara sesama anak bangsa.

Hal itu, Risma menegaskan, karena semangat gotong royong yang menjadi kekuatan dalam perang kemerdekaan. Dan saat itu rakyat memberikan bantuan makanan serta apapun bagi para pejuang.

"Itu artinya, tidak mungkin kita bisa meng-cover sendirian menanggulangi pandemi dan tidak ada masalah yang tidak bisa selesai dengan gotong royong,” ungkap Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya ini pun mencontohkan, seperti bersinergi di antara orang yang punya uang dan orang memiliki kemampuan memasak. Kemudian itu bisa dikolaborasikan menjadi sebuah gerakan untuk membantu orang lain seperti yang dilakukan dapur umum penanggulangan pandemi.

“Seperti si A punya uang, si B bisa masak dan si C punya semangat gotong royong dan peduli berbagi, jika disinergikan akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Jadi tidak perlu takut bangsa ini akan runtuh selama ada semangat gotong royong dan peduli kepada orang lain,” pungkas Risma.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA