Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Kapolda Metro Jaya Puji Masyarakat yang tak Termakan Hoaks

Selasa 27 Jul 2021 13:07 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kepala Polda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran

Kepala Polda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Fadil mengapresiasi masyarakat Jakarta tidak menolak ikut demo saat pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran memuji masyarakat Jakarta yang tetap tenang dan tidak termakan oleh hoaks ajakan unjuk rasa menolak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 24 Juli 2021.

"Saya sebagai Kapolda sangat mengapresiasi bahwa masyarakat Jakarta mendengarkan imbauan kita untuk tidak terprovokasi oleh hoaks yang tidak bertanggung jawab," kata Fadil di Jakarta, Selasa (27/7).

Fadil juga mengapresiasi masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang dengan bijak menolak untuk berkerumun demi menghentikan pandemi virus Covid-19. Menurut dia, demo atau unjuk rasa di tengah pandemi Covid-19, adalah sesuatu tindakan yang tidak populer.

"Masyarakat Jakarta, saya lihat sudah mulai menemukan bentuk empati dan kepekaan sosial yang solid, mudah-mudahan ini akan terus terbangun dan Jakarta akan semakin bergairah," ujarnya.

Fadil pun berharap dengan masyarakat yang semakin kuat melawan hoaks, Jakarta bisa segera pulih dari jerat pandemi Covid-19. "Mudah-mudahan semakin sehat, Jakarta semakin aman di tengah-tengah terpaan isu yang tidak jelas," ucapnya.

Sebelumnya, Mabes Polri memastikan video dengan narasi demonstrasi serentak yang berlangsung di Istana Negara pada Sabtu (24/7), berujung rusuh, sebagai kabar bohong atau hoaks. "Itu video hoaks," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta.

Argo menjelaskan, fakta sebenarnya video demonstrasi berakhir rusuh yang beredar di media sosial merupakan peristiwa demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja setahun yang lalu. "Saat demo tolak OmnibusLaw Ciptaker di Jakarta pada 8 Oktober 2020," ujar Argo.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA