Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Tim Australia Rekomendasikan AstraZeneca untuk Warga Dewasa

Selasa 27 Jul 2021 07:37 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Dosis vaksin Covid-19 Astrazeneca, ilustrasi

Dosis vaksin Covid-19 Astrazeneca, ilustrasi

Foto: EPA/ADI WEDA
Pfizer dan AstraZeneca adalah vaksin Covid-19 yang terdaftar di Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Kelompok Penasihat Teknis Australia untuk Imunisasi (ATAGI) menyarankan penduduk negara itu menerima suntikan vaksin Covid-19 yang tersedia, Senin (26/7). Rekomendasi itu menegaskan untuk kelompok di bawah usia 60 tahun boleh menerima dosis dari vaksin AstraZeneca.

Lembaga ini pada 13 Juli merekomendasikan orang dewasa di bawah usia 60 tahun menggunakan Pfizer karena peningkatan risiko pembekuan darah pada orang dewasa yang lebih muda akibat vaksin AstraZeneca. Namun, dengan klaster varian Delta yang menyebar di Sydney sejak pertengahan Juli, ATAGI merevisi merekomendasikan orang dewasa di kota terbesar Australia yang berusia 18 tahun menerima vaksin apa pun yang tersedia. 

Baca Juga

Pfizer dan AstraZeneca adalah vaksin Covid-19 yang terdaftar di Australia. “Harus sangat mempertimbangkan untuk divaksinasi dengan vaksin apa pun yang tersedia, termasuk AstraZeneca," kata pernyataan ATAGI.

Atas pengumuman itu, AstraZeneca mengatakan mendukung saran ATAGI. Perusahaan itu menyatakan otoritas pengatur di seluruh dunia setuju bahwa manfaat menggunakan vaksin secara signifikan melebihi risiko di semua kelompok usia orang dewasa.

Australia memiliki banyak stok AstraZeneca yang diproduksi secara lokal, tetapi pasokan Pfizer yang diimpor tidak mencukupi. Australia sebelumnya relatif berhasil mengatasi wabah Covid-19 sebelum varian delta yang lebih menular tiba di Sydney. Kondisi itu membuat banyak warga Australia yang siap menunggu berbulan-bulan untuk Pfizer daripada mengambil risiko AstraZeneca. 

sumber : AP
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA