Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Uni Eropa Desak Simpul Politik Tunisia Hormati Konstitusi

Selasa 27 Jul 2021 06:17 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nashih Nashrullah

Tunisia menghadapi krisis politik di tengah pandemi Covid-19. Ilustrasi suasana Habib Bourguiba, kota Tunis, Tunisia.

Tunisia menghadapi krisis politik di tengah pandemi Covid-19. Ilustrasi suasana Habib Bourguiba, kota Tunis, Tunisia.

Foto: EPA
Tunisia menghadapi krisis politik di tengah pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS— Uni Eropa mendesak semua aktor politik di Tunisia untuk menghormati konstitusi dan menghindari kekerasan.  Pasukan keamanan Tunisia memblokir pintu masuk gedung parlemen usai Presiden menangguhkan legislatif dan memecat Perdana Menteri. 

"Kami mengikuti dengan dekat perkembangan terbaru di Tunisia," kata juru bicara Komisi Eropa seperti dikutip Aljazirah, Senin (26/7). 

Baca Juga

"Kami meminta semua aktor Tunisia untuk menghormati konstitusi, institusi, dan supremasi hukum, kami juga meminta mereka untuk tetap tenang dan menghindari segala bentuk kekerasan demi menjaga stabilitas negara," tambahnya. 

Rakyat Tunisia turun ke jalan untuk memprotes masalah ekonomi dan krisis virus Corona. Pengunjuk menyambut keputusan Presiden Kais Saied memecat Perdana Menteri dan membekukan parlemen dengan suka cita. 

Namun kritikus mengatakan langkah Saeid mengancam demokrasi Tunisia yang masih muda. Tetapi pembubaran parlemen memang salah satu tuntutan pengunjuk rasa.

Ahad (25/7) kemarin pengunjuk rasa turun ke jalan, mengabaikan peraturan pembatasan sosial virus corona dan terik matahari. Demonstran yang sebagian besarnya anak muda berteriak 'turun' dan menuntut pemilihan umum lebih cepat serta reformasi ekonomi.

Tunisia mengalami kesulitan ekonomi selama bertahun-tahun dan karantina virus corona memperburuk keadaan. Tunisia mengalami salah satu wabah terburuk di Afrika. Presiden mengatakan dia memecat perdana menteri dan menangguhkan legislatif karena khawatir dengan kekerasan di masyarakat.   

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA