Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Presiden Prancis Klaim 60 Persen Warganya Sudah Divaksin

Selasa 27 Jul 2021 01:15 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Muhammad Fakhruddin

Presiden Prancis Klaim 60 Persen Warganya Sudah Divaksin. Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Presiden Prancis Klaim 60 Persen Warganya Sudah Divaksin. Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Foto: AP/Daniel Cole
Pemerintah Prancis menjadikan vaksinasi sebagai senjata utama melawan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID,PARIS -- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut jumlah orang di negaranya yang telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin Covid-19 telah melampaui angka 40 juta. Kabar ini disampaikan setelah empat juta orang menerima vaksin selama dua minggu terakhir.

"Sekitar 60 persen populasi sekarang telah divaksinasi sebagian atau seluruhnya (2 kali suntikan)," kata Macron dilansir dari AFP pada Senin (26/7).

Macron optimistis negaranya dapat keluar dari kesengsaraan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Ia ingin warganya terus mendukung keberlangsungan kebijakan pemerintah mengatasi pandemi.

"Bersama-sama, kita akan mengalahkan virus. Kita akan melanjutkan," ujar Macron. 

Pengumuman ini muncul sehari setelah parlemen Prancis memilih untuk menjadikan paspor vaksin sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari dalam pertempuran melawan Covid-19. Macron pekan lalu memerintahkan bukti vaksinasi penuh atau tes negatif wajib untuk kunjungan ke tempat-tempat seperti bioskop atau klub malam. 

Pemerintah Prancis menjadikan vaksinasi sebagai senjata utama melawan Covid-19 ketika varian baru muncul. Pada dasarnya Prancis mengharuskan orang untuk disuntik vaksin jika mereka ingin melanjutkan rutinitas sehari-hari. 

Paspor vaksin telah menghadapi tentangan sengit dari beberapa orang, yang percaya bahwa paspor itu mengikis kebebasan sipil. Pada protes akhir pekan, lebih dari 160.000 orang berunjuk rasa dan puluhan ditangkap. 

Prancis mencatat hampir 23.000 kasus Covid-19 baru pada Sabtu (24/7), dua kali lebih banyak dari minggu sebelumnya, karena varian Delta menyebabkan lonjakan. Tetapi jumlah kasus perawatan intensif telah turun secara dramatis dari puncaknya pada bulan April. Pemerintah memuji peningkatan tersebut karena percepatan peluncuran vaksinasi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA