Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Epidemiolog Sebut Donor Plasma Perlu Terus Disosialisasikan

Selasa 27 Jul 2021 02:46 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menunjukkan plasma konvalesen dari pendonor penyintas COVID-19 di PMI Solo, Jawa Tengah, Ahad (25/7/2021). PMI Solo terus menambah mesin apheresis untuk pengambilan plasma konvalesen penyintas COVID-19 guna meningkatkan persediaan plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien COVID-19 yang sedang dalam perawatan.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menunjukkan plasma konvalesen dari pendonor penyintas COVID-19 di PMI Solo, Jawa Tengah, Ahad (25/7/2021). PMI Solo terus menambah mesin apheresis untuk pengambilan plasma konvalesen penyintas COVID-19 guna meningkatkan persediaan plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien COVID-19 yang sedang dalam perawatan.

Foto: ANTARA/Maulana Surya
Donor plasma konvalesen sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Ahli epidemiologi lapangan dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo mengingatkan perlunya memperkuat edukasi mengenai manfaat donor plasma konvalesen. Dia mengatakan rumah sakit, dinas kesehatan, PMI, hingga tokoh masyarakat perlu bersinergi dalam upaya sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat donor plasma konvalesen untuk menolong pasien covid-19.

Dia menambahkan, perlu juga membuat kelompok penyintas dengan usia minimal 18 dan maksimal 60 tahun."Dengan demikian informasi akan makin mudah disebarluaskan dan akan lebih tepat sasaran," katanya.

Baca Juga

Menurutnya, seluruh pihak harus memperkuat sinergi dalam mengedukasi dan mendorong penyintas COVID-19 agar bersedia mendonorkan plasma konvalesen."Dengan demikian, diharapkan akan dapat menolong pasien yang tengah terpapar COVID-19," katanya.

Selain itu, kata dia, para pihak terkait harus terus memberikan motivasi kepada para penyintas agar secara sukarela mendonorkan plasma konvalesen dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dia juga mengingatkan bahwa skrining lanjutan sebelum dilakukannya donor plasma sangat diperlukan dan perlu menjadi perhatian.

"Dengan kerja sama seluruh pihak diharapkan akan makin meningkatkan pemahaman dan kesadaran para penyintas COVID-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen," katanya.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman Dr. Slamet Rosyadi juga menambahkan pentingnya mengintensifkan sosialisasi donor plasma konvalesen sebagai bentuk kepedulian antarsesama."Sosialisasi mengenai manfaat dan pentingnya donor plasma konvalesen kepada masyarakat harus terus diintensifkan," katanya.

Dia menambahkan untuk meningkatkan jumlah pendonor plasma konvalesen maka harus dibuat berbagai inovasi guna mempermudah seluruh proses dan pelaksanaannya terutama terkait dengan registrasi para calon pendonor. "Misalkan, perlu dibuat aplikasi digital untuk membuka registrasi pendonor plasma sehingga pihak pengelola, baik PMI atau RS dapat mengetahui potensi donor plasma," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA