Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Studi Ungkap Banyak Pasien Covid-19 Alami Komplikasi

Senin 26 Jul 2021 08:18 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Petugas menyiapkan peralatan medis untuk pasien Covid-19 di RSPJ Ekstensi Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/7/2021). Komplikasi yang berkaitan dengan kerusakan pembuluh darah, ginjal, mata, otak, kulit, jantung, dan organ gastrointestinal dapat terjadi akibat Covid-19 yang parah.

Petugas menyiapkan peralatan medis untuk pasien Covid-19 di RSPJ Ekstensi Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/7/2021). Komplikasi yang berkaitan dengan kerusakan pembuluh darah, ginjal, mata, otak, kulit, jantung, dan organ gastrointestinal dapat terjadi akibat Covid-19 yang parah.

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Komplikasi dari Covid-19 memengaruhi hampir semua kelompok yang dirawat di RS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid-19 telah menjadi kekhawatiran dari banyak orang di seluruh dunia. Meski tak sedikit yang hanya mengalami gejala ringan, namun ada beberapa yang mungkin dapat menemui risiko berbahaya saat terinfeksi.

Dilansir Medical News Today, respons imun dapat menjadi terlalu aktif terhadap virus sehingga membuat kasus Covid-19 menjadi parah. Hal ini yang kemudian menyebabkan kerusakan pada organ tubuh lainnya.

Komplikasi yang berkaitan dengan kerusakan pembuluh darah, ginjal, mata, otak, kulit, jantung, dan organ gastrointestinal dapat terjadi akibat Covid-19 yang parah. Data saat ini menunjukkan kematian akibat infeksi virus corona jenis baru di Inggris melibatkan 26 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan memiliki penyakit bawaan atau mengalami kompilkasi.

Studi yang dilakukan tim peneliti dari Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial, Imperial College London, Kesehatan Masyarakat Inggris, University of Edinburgh, University of Glasgow, University of Liverpool, University of Nottingham, University of Oxford, dan University of Sheffield yang seluruhnya berbasis di Inggris mempelajari kejadian komplikasi jangka pendek dan hubungan dengan jenis kelamin, etnis, dan usia. Penelitian dilakukan di 302 fasilitas kesehatan Inggris antara 17 Januari hingga 4 Agustus 2020.

Penelitian tersebut melibatkan 80.388 pasien berusia 19 tahun atau lebih yang dirawat di rumah sakit dengan dugaan atau konfirmasi Covid-19. Dari jumlah tersebut, para peneliti memasukkan 73.197 pasien untuk dianalisis.

Usia rata-rata pasien yang dilibatkan dalam penelitian tersebut adalah 71 tahun, dengan mayoritas laki-laki sebanyak 56 persen dan ras kulit putih sebanyak 74 persen. Terdapat 81 persen pasien yang sudah memiliki kondisi medis mendasar.

Studi tersebut mengukur kejadian neurologis, kardiovaskular, gastrointestinal, pernapasan kompleks, cedera ginjal akut, dan komplikasi sistemik lainnya di rumah sakit. Penelitian juga memeriksa kemampuan pasien untuk perawatan diri.

Perawat dan mahasiswa kedokteran mengumpulkan data pada interval tertentu. Saat masuk, pada hari 1, 3, dan 9 dari rawat inap di rumah sakit serta saat keluar atau pada 28 hari jika tidak dipulangkan.

Dari pasien yang termasuk dalam analisis akhir, penelitian melaporkan bahwa sekitar 32 persen meninggal selama percobaan dan 50 persen mengalami setidaknya satu komplikasi. Sekitar 44 persen dari mereka yang selamat memiliki setidaknya satu komplikasi.

Sebanyak 27 persen pasien berusia 19-29 tahun tanpa penyakit penyerta memiliki setidaknya satu komplikasi. Sementara itu, pada pasien berusia 60 hingga 69 tahun dengan dua atau lebih penyakit penyerta angkanya mencapai 58 persen.

Tingkat komplikasi cenderung meningkat seiring bertambahnya usia dan lebih tinggi pada pasien dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Ini juga termasuk pada pasien laki-laki.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA