Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Wijnaldum Ungkap tak Mendapatkan Cinta Utuh di Liverpool

Senin 26 Jul 2021 07:47 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Georginio Wijnaldum dari Belanda bereaksi setelah gol pertama Republik Ceko selama pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Belanda dan Republik Ceko di Budapest, Hongaria, 27 Juni 2021.

Georginio Wijnaldum dari Belanda bereaksi setelah gol pertama Republik Ceko selama pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Belanda dan Republik Ceko di Budapest, Hongaria, 27 Juni 2021.

Foto: EPA-EFE/Tibor Illyes
Tak ayal, Wijnaldum pun memilih pergi.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Mantan gelandang Liverpool Gini Wijnaldum membuat pernyataan mengejutkan dengan setelah pergi dari Anfield ke Paris Saint-Germain (PSG) sebagai pemain bebas transfer. Ia mengungkapkan dirinya merasa tak dicintai oleh kelompok tertentu dari fanbase.

Ia merujuk perasaanya itu dari pelecehan di media sosial yang diterimanya. Padahal ia merasa sudah berlatih setiap hari dan memberikan segalanya di setiap pertandingan sehingga turut membantu The Reds meraih gelar Liga Champions dan Liga Inggris.

“Liverpool sangat berarti bagi saya. Ada saat-saat ketika saya tidak merasakan cinta dan dihargai di sana. Tidak oleh rekan satu tim saya, bukan orang-orang di Melwood. Aku tahu mereka semua mencintaiku dan aku mencintai mereka. Itu bukan dari sisi itu, lebih dari sisi lain,” ujarnya dilansir dari Liverpool Echo, Senin (26/7).

Ia menegaskan, ada beberapa waktu merasa tidak dicintai. Dalam dua musim terakhir ia mengalaminya beberapa kali. Menurutnya media tak membantunya untuk keluar dari perasaan tersebut. Ada banyak cerita yang dianggapnya menyudutkan seperti ki tak menerima tawaran dari Liverpool karena menginginkan lebih banyak uang.

Hal tersebut membuatnya menjadi sasaran amuk Liverpudlian. Kendati demikian, ia menilai penggemar di stadion dan di media sosial selalu berbeda. Mereka di stadion selalu mendukungnya.

“Di media sosial jika kami kalah, saya yang disalahkan — (mengklaim )bahwa saya ingin pergi. Ada saat ketika saya seperti, 'Wow, jika mereka tahu apa yang saya lakukan untuk tetap bugar dan bermain di setiap pertandingan,” kata dia menambahkan.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA