Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Arab Saudi akan Kirim 1 Juta Vaksin Covid-19 untuk Malaysia

Senin 26 Jul 2021 07:44 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Vaksin Covid 19 (ilustrasi)

Vaksin Covid 19 (ilustrasi)

Foto: PxHere
Arab Saudi mengirim vaksin ke sejumlah negara lain yang terpukul keras oleh pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah memerintahkan pengiriman bantuan medis untuk penanganan pandemi Covid-19 ke Malaysia. Hal itu diumumkan setelah Menteri Luar Negeri Malaysia melakukan percakapan via telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

 

Baca Juga

Dilaporkan Saudi Press Agency pada Ahad (25/7), Penasihat Royal Court and Supervisor General of King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief), Dr Abdullah bin Abdulaziz al-Rabeeah, mengungkapkan, bantuan untuk Malaysia akan mencakup 1 juta dosis vaksin, peralatan medis, perangkat perawatan dan pengobatan serta kebutuhan medis lainnya.

Bantuan semacam itu telah diberikan Saudi ke sejumlah negara lain yang terpukul keras oleh pandemi. Awal bulan ini, Saudi mengirim bantuan medis, termasuk satu juta dosis vaksin, ke Tunisia. Sistem kesehatan di negara tersebut di ambang kolaps karena lonjakan kasus Covid-19.

 

Sebelumnya, Dr Abdullah bin Abdulaziz al-Rabeeah mengungkapkan, Saudi siap untuk menjadi pusat regional produksi vaksin Covid-19. “Arab Saudi sangat mendorong regionalisasi industri terkait, khususnya di Timur Tengah, Afrika, dan Asia,” katanya.

Sejauh ini, Saudi telah menginvestasikan lebih dari 700 juta dolar AS untuk mendukung perjuangan global melawan pandemi Covid-19. Hal itu termasuk sumbangan ke Gavi, Fasilitas Covax, dan CEPI.

Saudi pun mengalokasikan bantuan untuk komunitas pengungsi di seluruh dunia. Misalnya, bantuan pandemi ekstensif kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh, pengungsi Suriah di Lebanon dan Yordania, serta sejumlah kelompok pengungsi lainnya dengan konsentrasi di Afrika, Timur Tengah, dan Asia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA