Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Pelatih Angkat Besi Ungkap Penyebab Windy Raih Medali

Sabtu 24 Jul 2021 18:31 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg.

Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg.

Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Windy berhasil menyumbang medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Indonesia, Dirdja Wihardja menyatakan, sukses yang diraih lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah menjadi penyumbang medali pertama bagi tim Merah Putih dalam Olimpiade Tokyo adalah berkat kerjasama yang solid tim pelatih dalam menerapkan strategi.  "Keberhasilan ini berkat kebersamaan di PABBSI (Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia) dan tim pelatih yang kompak. Saya sebelumnya bilang sama Windy Cantika ini momen penting harus direbut kalau tidak kapan lagi," kata Dirdja dalam keterangan resminya, Sabtu (24/7).

Ia juga mengatakan, dalam lomba itu sebenarnya Windy Cantika Aisyah tidak dibebani target. Mengingat lawan yang dihadapinya cukup berat. 

"Saya tak henti-hentinya memberikan motivasi buatnya terutama strategi meraih angkatan terbaik di Clean and Jerk. Selama ini, Windy Cantika bagus dalam angkatan Snatch. Tapi kali ini, luar-biasa ia tampil tanpa beban dan angkatan Clean and Jerknya bagus," kata dia. 

Windy yang turun di kelas 49kg meraih medali perunggu setelah mencatatkan total angkatan 194kg, dengan snatch 84kg dan clean and jerk 110kg.

Sementara medali emas direbut oleh lifter China Hou Zhihui yang membukukan total angkatan 210kg (snatch 94kg dan clean and jerk 116kg).

Lifter India Chanu Mirabai berhak atas medali perak seusai mencatatkan angkatan total 202kg dengan snatch 87kg dan clean and jerk 115kg.

Dalam debutnya di ajang Olimpiade, Windy Cantika harus gagal terlebih dahulu saat melakukan angkatan snatch 84kg di percobaan pertama. Dia baru mampu mengangkat barbel seberat 84kg itu di kesempatan kedua.

Sayangnya, Windy kembali gagal ketika mencoba menambah beban angkatannya menjadi 87kg pada percobaan ketiga.

Beruntung kegagalan tersebut langsung ditebus saat ia melakukan angkatan clean and jerk.

Windy tak menemukan hambatan yang berarti saat melakukan angkatan clean and jerk dalam tiga kesempatan. Atlet berusia 19 tahun itu dengan mudah mengangkat angkatan dimulai dengan 103kg, 108kg, hingga 110kg, dan memastikan medali perunggu untuk Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA