Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Puting Beliung Terjang Permukiman Warga Kabupaten Batu Bara

Sabtu 24 Jul 2021 13:39 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah anggota TNI dan warga membersihkan puing reruntuhan bangunan pascabencana angin puting beliung. Ilustrasi.

Sejumlah anggota TNI dan warga membersihkan puing reruntuhan bangunan pascabencana angin puting beliung. Ilustrasi.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Puting beliung melanda enam desa yang tersebar di dua kecamatan di Batu Bara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angin puting beliung menerjang sejumlah rumah warga Kecamatan Sei Balai dan Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Jumat (23/7) pukul 05.00 WIB. Meski 50 kepala keluarga (KK) terdampak, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut

"Fenomena alam ini melanda enam desa yang tersebar di dua kecamatan, yaitu Desa Perkebunan Sei Bejangkar, Desa Benteng Jaya dan Desa Durian di Kecamatan Sei Balai. Desa terdampak lain yaitu Desa Bangun Sari, Desa Tanah Timbul dan Desa Sei Balai di Kecamatan Datuk Tanah Datar," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (24/7).

Baca Juga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara menginformasikan sebanyak 50 KK terdampak. Sedangkan 50 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang berbeda akibat angin puting beliung ini.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Batu Bara segera menuju ke lokasi terdampak untuk melakukan upaya penanganan darurat, seperti pendataan bersama aparat setempat. Pendataan ini termasuk menginventarisasi jumlah dan tingkat kerusakan infrastruktur yang terdampak angin puting beliung.

Di samping itu, aparat dan masyarakat setempat bergotong royong untuk melakukan pemotongan atau pembersihan pohon-pohon tumbang yang menghalangi ruas jalan. "Masyarakat diharapkan tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem di daerah setempat," ujar Abdul.

Menurutnya fenomena angin puting beliung dapat terjadi saat pergantian musim. Warga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui situs resmi BMKG dan memantau potensi bahaya maupun risiko melalui inaRISK. Warga juga diminta mempersiapkan rencana kesiapsiagaan mulai dari ruang lingkup keluarga hingga kelurahan/kecamatan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA