Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Tak Temukan Obat Antivirus di Apotek, Jokowi Telpon Menkes

Sabtu 24 Jul 2021 11:24 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Jokowi mencari obat anti-Covid dan multivitamin di Apotek Villa Duta, Kota Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo "blusukan" mengecek ketersediaan obat Covid-19 dan vitamin di apotek Kota Bogor, namun Presiden tidak menemukan barang yang dicari.

"Assalamualaikum, saya mau cari obat antivirus yang Oseltamivir," kata  Jokowi saat mendatangi Apotek Villa Duta di Kota Bogor, Jawa Barat, seperti dalam tayangan di kanal Youtube Sekretariat Presiden yang diunggah pada Jumat (23/7).

Berikut percakapan lengkap Presiden Jokowi dengan apoteker di Apotek Villa Duta.

Apoteker: Oseltamivir sudah kosong Pak.

Presiden: Gak ada?

Apoteker: Gak ada.

Presiden: Terus saya cari ke mana kalau mau cari?

Apoteker: Nah itu kita juga sudah tidak dapat barang

Presiden: Sudah berapa hari enggak ada Oseltamivirnya?

Apoteker: Oseltamivir itu kalau yang generik sudah lama Pak. Kemarin itu masih ada merek Drufir, itu patennya, tapi sekarang juga sudah kosong.

Presiden: Kalau yang Favipiravir?

Apoteker: Favipiravir kita enggak punya.

Presiden: Juga enggak ada?

Apoteker: Ada patennya waktu itu.

Presiden: Terus kalau vitamin D3 ada?

Apoteker: Vitamin D3 yang 1.000 ada, yang 5.000-nya sudah tidak ada Pak. Kita sudah pesan barang, barangnya sudah tidak dapat lagi Pak.

Presiden: Kalau multivitamin yang mengandung zinc apa?

Apoteker: Multivitamin mengandung zinc sekarang ada megavite.

Kemudian, apoteker pun menyerahkan multivitamin tersebut ke Jokowi.

Presiden: Oh yang ini.

Apoteker: Megavite multivitamin.

Presiden: Tapi ini 1.000 aja ya? Yang 5.000 gak ada? Kalau suplemen multivitamin yang becom-zet?

Apoteker: Becom-zet juga sudah lama kosong

Presiden: Penggantinya apa kalau yang ini?

Apoteker: Becom-zet biasanya kita tawarkan diganti megavite.

Presiden: Semuanya terima kasih.

Jokowi kemudian menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dari mobil yang ditumpanginya.

Presiden: Halo Pak Menteri, Pak saya cek ke apotek di Bogor, saya cari obat antivirus Oseltamivir enggak ada, cari lagi obat antivirus yang Favipiravir juga enggak ada kosong. Saya cari yang antibiotik Acetromicin juga enggak ada

Menkes: Baik kami cek ya.

Presiden: Stok enggak ada sudah spekan lebih. Terus vitamin D3 yang 5.000 juga enggak ada.

Menkes: Apa tadi Pak?

Presiden: Vitamin D3 yang 5.000 IU. Ini saya yang dapat hanya multivitamin yang mengandung zinc, hanya itu. Suplemen juga ini D3-nya tapi yang 1.000, hanya dapat yang ini saja. Kemudian yang suplemen yang kombinasi multivitamin ada. Jadi yang lain-lain obat antivirus, antibioktik enggak ada semuanya.

Menkes: Di kota Bogor ya Pak?

Presiden: Iya, iya.

Menkes: Mohon maaf ya Pak.

Presiden: Ini apoteknya Villa Duta

Menkes: Ok Villa Duta, karena saya ada catatan Pak Presiden. Kita kan sudah ada yang online. Saya barusan cek ya Pak misalnya untuk Favipiravir di Apotek Kimia Farma Tajur baru ada 4.900, apotek Kimia Farma Juanda 30 ada 4.300, Kimia Farma di Semplak Bogor ada 4.200. Jadi nanti saya double check ya. Nanti saya kirim ke ajudan Pak, itu ada data online yang ada di rumah sakit, nanti bisa dilihat by kota segala macam untuk apoteknya Kimia Farma, Century, Guardian, K24.

Presiden: Di situ ada semuanya?

Menkes: Ada online, bisa dibaca oleh semua rakyat Pak.

Presiden: Oke saya ke sana saja. Saya beli itu coba, ada enggak.

Menkes: Ah boleh Pak silakan, nanti saya kirim ya Pak.

Presiden: Oke, oke Pak Menkes terima kasih.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA