Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

2 Opsi Messi, Gabung Barca Sebelum Akhir Agustus atau Pindah

Jumat 23 Jul 2021 20:36 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Lionel Messi

Lionel Messi

Foto: AP / Joan Monfort
Barcelona masih kesulitan mematuhi aturan pagu gaji dari La Liga.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA --Lionel Messi dikabarkan membutuhkan waktu lebih lama jika mau kembali ke Barcelona. Dikutip dari Football Espana, Jumat (23/7), sebuah laporan mengklaim Messi harus menunggu hingga Januari untuk bisa didaftarkan oleh Barcelona.

Alasannya, krisis keuangan yang menimpa Barcelona saat ini membuat klub kesulitan untuk memenuhi besar yang diminta Messi. Bahkan, Messi disebut harus memangkas gajinya sebesar 50 persen jika mau kembali ke Camp Nou. Selain itu, Barca juga sedang merayu pemain senior lain untuk mau menerima pemotongan gaji, agar tidak melanggar aturan batas gaji dari La Liga Spanyol.

Baca Juga

Blaugrana juga berusaha mengurangi tagihan gaji mereka, dengan berusaha menjual pemain bergaji tinggi seperti Antoine Griezmann, Philippe Coutinho, Neto, Miralem Pjanic hingga Samuel Umtiti. Namun Barcelona hanya punya waktu tiga pekan untuk bisa menyelesaikan negosiasi dengan Messi.

Jika terlambat, maka Messi harus menunggu hingga Januari, agar bisa didaftarkan sebagai pemain Barcelona. Batas waktunya tidak sampai akhir Agustus atau dua pekan setelah dimulainya kompetisi. Barcelona dilaporkan sebenarnya juga ingin Messi dan beberapa pemain baru mereka terdaftar pada awal musim dingin.

Hanya, jika gagal mendaftarkan Messi pada 31 Agustus, hampir tidak mungkin Messi mau menunggu sampai Januari. Pemain terbaik di dunia itu tidak akan mau cuti selama lima bulan dari pertandingan sepak bola. 

Karena itu, Messi punya dua opsi yang jelas. Menandatangani kontrak baru di Barca sebelum 31 Agustus, atau pindah ke klub lain dengan tenggat waktu yang sama. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA