Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Kiai Said: Semula PBNU tak Pernah Diajak Tangani Pandemi

Jumat 23 Jul 2021 18:57 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengingatkan pentingnya gandeng ormas lawan pandemi Covid-19

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengingatkan pentingnya gandeng ormas lawan pandemi Covid-19

Foto: Yasin Habibi/ Republika
Ketum PBNU mengingatkan pentingnya gandeng ormas lawan pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, menilai pemerintah terkesan bermain sendiri dalam penanganan pandemi Covid-19. 

Said mengaku, sebab sebelumnya PBNU tidak pernah diajak pemerintah dalam upaya menangani Covid-19.  

Baca Juga

"Dulu awal-awal setahun kemarin sama sekali kita tidak pernah diajak bersama-sama mengatasi pandemi ini. Jangankan diajak, diajak ngomong pun tidak," kata Said dalam tausyiahnya di acara doa dan syukuran hari lahir PKB ke-23 yang digelar secara daring, Jumat (23/7). 

Said menuturkan pandemi tidak akan bisa diselesaikan tanpa mengajak kelompok dan organisasi masyarakat. Namun baru belakangan PBNU diajak untuk ikut dalam upaya vaksinasi di beberapa tempat. 

"Oleh karena itu benar apa kata Mas Muhaimin (Ketum PKB) yang tadi, selama ini pemerintah masih gagal dalam menghadapi wabah pandemi covid-19," ujarnya. 

Sebelumnya di acara yang sama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menyoroti penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Menurutnya vaksinasi yang dilakukan pemerintah saat ini gagal jika pemerintah bergerak sendiri. 

"Vaksinasi ini pasti gagal kalau pemerintah one man show atau menjalankan sendiri. Mulai sekarang alhamdulillah pelan-pelan keterlibatan semua masyarakat ini mutlak dibutuhkan dilakukan," ungkapnya. 

Oleh karena itu dirinya menilai strategi pembangunan yang dibutuhkan saat ini tidak hanya top-down, tetapi bottom-up. Penanganan Covid-19 juga diharapkan tidak lagi dilakukan secara satu arah tetapi seluruh arah diharapkan bergerak.  

"Satu-satunya cara yang bisa mengejar ketertinggalan ini adalah vaksinasi dipercepat secepat-cepatnya, dilakukan sebanyak-banyaknya melibatkan semua kekuatan dan saya mendorong kita semua mendorong mari kita ajak kekuatan masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan vaksinasi ini," tuturnya.    

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA