Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

FIBA Asia Cup Resmi Diundur Sampai Juli 2022

Jumat 23 Jul 2021 18:53 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Ketua Panpel FIBA Asia Cup 2021 Junas Miradiarsyah (kanan). FIBA Asia Cup 2021 ditunda dari Agustus 2021 menjadi Juli 2022.

Ketua Panpel FIBA Asia Cup 2021 Junas Miradiarsyah (kanan). FIBA Asia Cup 2021 ditunda dari Agustus 2021 menjadi Juli 2022.

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Situasi Covid-19 di Indonesia dan dunia menjadi alasan penundaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- FIBA Asia Cup 2021 resmi diundur sampai Juli 2022. Ketua Panitia Pelaksana FIBA Asia Cup 2021 Junas Miradiarsyah mengatakan, alasan pengunduran tersebut karena situasi Covid-19 di Indonesia dan juga dunia secara keseluruhan. Awalnya, FIBA Asia Cup 2021 akan digelar mulai 17 Agustus sampai 29 Agustus 2021.

"Alasannya murni melihat situasi Covid. Situasi Covid-19 di Indonesia sedang tinggi-tingginya dalam beberapa waktu belakangan," kata Junas, dalam konferensi pers, Jumat (23/7).

Baca Juga

Menurut Junas, panitia selama ini tetap melakukan persiapan kompetisi, mulai dari penyelenggaran, venue, hotel, protokol kesehatan. Bahkan, kata dia, panitia sudah mendapat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Ia pun diyakinkan oleh kementerian terkait yang memberikan dukungan, dengan mengatakan kalau kasus Covid-19 dalam dua hari ke belakang mengalami penurunan.

"Namun ada pandangan yang kita hormati dari negara peserta. Kalau ada opsi yang lebih baik, kenapa tidak. Dari negara peserta memiliki kekhawatiran yang harus jadi pertimbangan. Toh ini juga bukan pembatalan, tapi penundaan," ujarnya.

Junas juga mengungkapkan alasan kenapa tak segera mengumumkan penundaan tersebut setelah ada kabar dari FIBA. Ia menjelaskan, panitia harus memberitahu tahu para pejabat negara terkait seperti Menteri Pemuda Olahraga, yang juga harus melaporkan ke Presiden RI atas keputusan FIBA tersebut.

Sebab bagaimanapun FIBA Asia Cup membawa nama Indonesia. Setelah para pejabat negara mendapatkan kabar pembatalan secara ututh, barulah kemudian panpel bisa mengumumkan secara resmi kepada publik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA