Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Hari Raya Idul Adha yang Suram di Gaza

Jumat 23 Jul 2021 16:40 WIB

Rep: Mabruroh / Red: Ani Nursalikah

Hari Raya Idul Adha yang Suram di Gaza. Umat Muslim Palestina mengikuti shalat Idul Adha hari pertama di Kota Gaza, Selasa, Juli. 20, 2021. Selama Idul Adha, atau Hari Raya Kurban, umat Islam menyembelih domba atau sapi untuk membagikan sebagian dagingnya kepada orang miskin.

Hari Raya Idul Adha yang Suram di Gaza. Umat Muslim Palestina mengikuti shalat Idul Adha hari pertama di Kota Gaza, Selasa, Juli. 20, 2021. Selama Idul Adha, atau Hari Raya Kurban, umat Islam menyembelih domba atau sapi untuk membagikan sebagian dagingnya kepada orang miskin.

Foto: AP/Khalil Hamra
Pembatasan Israel menyebabkan krisis ekonomi dan kelangkaan barang.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Warga Palestina di Gaza mengalami krisis ekonomi yang melumpuhkan setelah perang Israel pada Mei lalu. Mereka harus melewati dua perayaan Islam, Idul Fitri dan Idul Adha dalam kondisi yang suram dengan toko-toko yang kosong, penjualan yang buruk, dan harga yang tidak terjangkau.

Dilansir di Al Araby, Rabu (21/7), warga Palestina di daerah kantong pantai yang diblokade mengalami krisis ekonomi akibat pembatasan yang diperketat. Hal ini berimbas pada kekurangan barang menjelang hari raya. Otoritas Israel hanya mengizinkan masuknya pakaian, kain, dan barang-barang industri makanan ke Gaza pekan lalu.

Baca Juga

Sedangkan bahan baku yang sangat dibutuhkan untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat perang dilarang sehingga warga Gaza dikelilingi oleh kehancuran. Semen dan besi termasuk barang terlarang. Kedua barang ini didefinisikan sebagai barang penggunaan ganda yang diklaim Israel dapat digunakan untuk keperluan sipil dan militer.

Pertempuran 11 hari Mei lalu merusak atau menghancurkan lebih dari 16 ribu rumah Palestina, 58 sekolah, sembilan rumah sakit dan 19 klinik. Lebih dari 256 orang meninggal, termasuk 66 anak-anak.

Pemilik toko Gaza mengatakan mereka menderita rekor penjualan rendah di tengah situasi ekonomi yang tragis di Gaza. Blokade 14 tahun Israel dan Mesir, yang diperketat menyusul pengeboman Israel atas Gaza pada Mei menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA