Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Wafat di Kota Madinah Istimewa, Ini Doa Umar Bin Khattab

Jumat 23 Jul 2021 15:24 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

Meninggal di Madinah merupakan salah satu rezeki tak terhingga. (Ilustrasi Masjid Nabawi).

Meninggal di Madinah merupakan salah satu rezeki tak terhingga. (Ilustrasi Masjid Nabawi).

Foto: saudigazette
Meninggal di Madinah merupakan salah satu rezeki tak terhingga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah Muhammad SAW menyarankan umatnya jika memiliki kemampuan dan kesempatan meninggal di Madinah maka meninggallah di sana. 

Saran Rasulullah itu seperti diriwayatkan Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: 

Baca Juga

من استطاع منكم أن يموت بالمدينة فليمت بالمدينة فإني أشفع لمن يموت بها "Barang siapa yang mampu untuk mati di Madinah hendaknya mati di sana. Karena sesungguhnya aku mensyafaati orang yang mati di sana."  

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi mengatakan, doa meminta meninggal di Madinah juga pernah dipanjatkan khalifah Umar bin Khattab RA. Berikut kalimat doa yang selalu dipanjatkan Umar.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَاجْعَلْ مَوْتِي فِي بَلَدِ رَسُولِكَ صلى الله عليه وسلم "Allahummarzuqni syahadatan fi sabilika, waj’al mauti fi baladi rasulika."

"Ya Allah, karuniakanlah kepadaku Syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di kota Rasul-Mu."

Pada lahirnya, berkumpulnya dua doa ini sangat sulit karena Madinah telah menjadi negeri Islam dan kekufuran telah jauh darinya, bahkan syaitan telah berputus asa dari mengganggu orang-orang Madinah. Dalam keadaan seperti ini sangat sulit untuk mati syahid di sana.

"Akan tetapi, apa sulitnya bagi Allah SWT untuk menciptakan sebab-musabab bagi sesuatu perkara yang dia kehendaki," kata Syekh Maulana Zakaria dalam kitabnya Fadilah Haji.  

Di Masjid Nabawi, di tengah-tengah sekumpulan sahabat yang banyak jumlahnya dalam keadaan sholat, Umar bin Khattab dibunuh Abu Lu’lu’.  

Harapan yang sama juga banyak disampaikan para ulama saleh. Adalah Maulana al-Hajj Sayyid Ahmad Faidah Abadi, pendiri Madrasah Sar'iyyah Madinah, dan kakaknya, Sayyid Husain Ahmad Madani, pernah berkata berulang kali, sebenarnya dia ingin bertemu dengan teman-teman di India, akan tetapi dia telah tua. "Aku takut meninggal tidak di Madinah," katanya 

Di antara doa gurunya, Maulana Khalil Ahmad, ketika di Multazam adalah agar dimatikan di Madinah. Begitulah upaya orang-orang saleh agar diwafatkankan di Madinah. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA