Jumat 23 Jul 2021 14:36 WIB

RSUD Wamena: Pasien Covid-19 Sembuh Lebih Lama

Jumlah pasien Covid-19 di Wamena terus bertambah.

Pekerja membongkar muat tabung oksigen di gudang PT Indo Gas Papua, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (14/7/2021). Dinas Kesehatan Provinsi Papua membutuhkan sebanyak 223 tabung ukuran besar dan 10 tabung ukuran kecil setiap harinya untuk enam kabupaten dan satu kota di Papua, masing-masing RSUD Jayapura, RSUD Yowari, RSUD Biak, RSUD Mappi, RSUD Boven Digoel, RSUD Karubaga dan RSUD Wamena.
Foto: Antara/Indrayadi TH
Pekerja membongkar muat tabung oksigen di gudang PT Indo Gas Papua, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (14/7/2021). Dinas Kesehatan Provinsi Papua membutuhkan sebanyak 223 tabung ukuran besar dan 10 tabung ukuran kecil setiap harinya untuk enam kabupaten dan satu kota di Papua, masing-masing RSUD Jayapura, RSUD Yowari, RSUD Biak, RSUD Mappi, RSUD Boven Digoel, RSUD Karubaga dan RSUD Wamena.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Direktur RSUD Wamena, Jayawijaya, Papua, dokter Felly Sahureka, mengatakan, laporan medis mengungkap saat ini pasien Covid-19 mempunyai tingkat kesembuhan agak lama. Ia membandingkan lama perawatan pasien Covid-19 saat ini dibandingkan dengan pasien yang dirawat beberapa bulan lalu.

Sebelumnya pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Wamena bisa sembuh setelah satu minggu atau 10 hari menjalani perawatan. Namun belakangan ini ada pasien yang menjalani perawatan lebih dari tiga minggu baru sembuh.

Baca Juga

"Ada dua kasus yang memang sudah memakan waktu mungkin satu bulan lebih namun masih belum sembuh. Tingkat kesembuhan sampai saat ini rendah," katanya, Jumat (23/7).

Ia juga menjelaskan, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. meningkat setiap hari sehingga meningkatkan tingkat keterisian tempat tidur khusus pasien Covid-19. "Dalam satu hari tetap saja kasus positif itu semakin bertambah sehingga memang kapasitas tempat tidur yang kita sediakan 91, tetapi saat ini sudah terisi 79, tetapi tadi malam dan tadi pagi ada yang masuk lagi dengan hasil positif sehingga pasti update tempat tidur akan berubah," katanya.

Felly Sahureka mengatakan beberapa tenaga medis di RSUD juga terpapar sehingga jumlah perawat tidak sebanding dengan pasien Covid-19 yang setiap hari ada. "Tenaga terbatas tetapi kami harus melakukan pelayanan walaupun mungkin akhirnya tidak terlalu maksimal karena keterbatasan tenaga dibandingkan jumlah pasien yang harus kami rawat," katanya.

Ia mengungkap, 79 lebih pasien positif yang dirawat di RSUD per 23 Juli ini belum termasuk warga yang positif antigen setelah menjalani pemeriksaan di IGD setempat. "Mereka ini bergejala tetapi hasil PCR belum keluar dalam arti mereka harus dites PCR," katanya.

Berdasarkan data terakhir tim Covid-19 Kabupaten Jayawijaya per 20 Juli, sebanyak 291 pasien positif yang menjalani perawatan di tiga tempat yang disediakan pemda. Dari kumulatif pasien sebanyak 1.415 orang, tercatat 10 orang di antaranya meninggal dunia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement