Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Nakes RSUD Ngipang Solo Diancam Keluarga Pasien 

Jumat 23 Jul 2021 00:25 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Agus Yulianto

Sejumlah tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) melakukan pemulasaraan jenazah yang terkonfirmasi Covid-19. (Ilustrasi)

Sejumlah tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) melakukan pemulasaraan jenazah yang terkonfirmasi Covid-19. (Ilustrasi)

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
JS marah lantaran menolak jenazah istrinya dilakukan pemulasaraan secara prokes. 

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surakarta atau RSUD Ngipang Solo mendapatkan ancaman dari keluarga pasien yang menolak pemulasaraan jenazah Covid-19 secara protokol kesehatan (prokes).

Plt Direktur RSUD Ngipang, Niken Yuliani Untari, menjelaskan, kronologi insiden tersebut bermula dari seorang pasien wanita yang meninggal lantaran terpapar Covid-19 pada Kamis (22/7) pagi. Sebelum meninggal, pasien tersebut telah menjalani perawatan di ICU Covid-19 selama empat hari.

"Suaminya menolak untuk proses pemulasaraan jenazah secara prokes. Padahal, suaminya tahu kalau istrinya Covid-19," ujar Niken kepada wartawan, Kamis (222/7).

Sang suami yang berinisial JS tersebut marah kepada para nakes lantaran menolak jenazah istrinya dilakukan pemulasaraan secara prokes. Dua dokter juga sudah menjelaskan secara detail dan menenangkan JS. Namun, JS malah memberikan ancaman yang mengarah pada kekerasan kepada nakes di rumah sakit tersebut. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

"Yang diancam ada dokter dan perawat. Dokternya spesialis anestesi dan penyakit dalam. Ada penekanan ada ancaman secara verbal. Dokter dengan perawat sampai detik ini baik-baik saja," jelas Niken.

Lantaran menolak pemulasaraan jenazah secara prokes, maka JS menandatangani surat penyerahan jezanah dengan keterangan penolakan untuk prokes. Kemudian rumah sakit mengantarkan jenazah ke rumah duka di Kabupaten Boyolali.

"Kalau memulangkan jenazah ke rumah duka berati kan sudah tanggung jawab wilayah. Nah, ini suaminya datang lagi, untuk minta diprokeskan," ungkapnya.

Niken menyatakan, RSUD Ngipang tidak melaporkan ancaman tersebut kepada pihak berwajib. Namun, Kepolisian telah menindaklanjuti masalah tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA