Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Pakar Ingatkan Pentingnya Nutrisi Bagi Kekebalan Tubuh

Kamis 22 Jul 2021 16:19 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Nutrisi makanan berdampak pada sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus.

Nutrisi makanan berdampak pada sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus.

Foto: Flickr
Nutrisi makanan berdampak pada sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dan menambah asupan sayuran dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Meski karantina wilayah yang telah berakhir di Inggris, tetapi pandemi masih jauh dari selesai.

Dengan nutrisi yang diketahui mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, para ilmuan dari Northwestern University di Chicago menyelidiki sejauh mana pola makan dapat membuat kita tetap aman di tengah pandemi. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menyarankan minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari menurunkan risiko tes virus corona positif sebesar 10 persen dibandingkan dengan kurang dari satu cangkir kopi. Asupan sayuran yang tinggi juga dikaitkan dengan risiko infeksi 12 persen lebih rendah.

“Nutrisi seseorang berdampak pada kekebalan, dan sistem kekebalan itu memainkan peran kunci dalam kerentanan dan respons individu terhadap penyakit menular, termasuk Covid-19,” kata penulis studi, dr Marilyn Cornelis, dilansir Yahoo Life, Kamis (22/7).

Selain mengikuti pedoman yang saai ini berlaku untuk memperlambat penyebaran virus, Cornelis mengatakan tim peneliti menyarakan cara lain yang relatif sederhana, di mana individu dapat mengurangi risiko positif Covid-19 melalui diet dan nutrisi.

Para ilmuwan Northwestern menganalisis data makanan dari hampir 38 ribu peserta berusia 40 hingga 70 tahun dari studi Biobank Inggris, yang dilaporkan sendiri antara 2006 dan 2010. Informasi itu terkait dengan hasil tes virus corona peserta, yang diserahkan ke Public Health England dari Maret hingga November 2020 sebelum ada program vaksinasi. Hampir dua dari lima (17 persen) peserta swab positif virus corona melalui tes reaksi berantai polimerase, yang dianggap sebagai metode diagnosis standar emas.

Pro dan kontra kesehatan dari kopi telah lama diperdebatkan. Meskipun tinggi kafein, minuman itu juga mengandung senyawa antiinflamasi dan antioksidan.

"Kopi adalah sumber utama kafein, tetapi ada juga belasan senyawa lain yang berpotensi mendasari kekuatan pelindung,” ujar dr Cornelius.

Para peserta yang makan dengan jumlah sayuran tertinggi juga 12 persen lebih kecil kemungkinannya untuk tertular virus corona. Mereka yang makan makanan olahan paling banyak 14 persen lebih mungkin untuk dites positif daripada mereka yang mengonsumsi paling sedikit.

Mungkin yang mengejutkan, menyusui bayi dikaitkan dengan risiko 9 persen lebih rendah terkena virus corona di kemudian hari. Menyusui telah lama dikaitkan dengan sistem kekebalan yang lebih kuat.

Hasilnya tetap sama setelah para ilmuwan menyesuaikan perkiraan paparan virus corona setiap peserta, berdasarkan tempat tinggal mereka. Faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko, seperti obesitas dan kesehatan yang mendasarinya juga telah diperhitungkan.

Sementara kebiasaan gaya hidup mungkin berperan, para pejabat menekankan bahwa vaksin adalah cara paling efektif untuk menangkal komplikasi dari virus corona. Para ilmuwan Northwestern juga menunjukkan penelitian itu bersifat observasional, karena itu tidak membuktikan sebab dan akibat.

Baca Juga

Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa meskipun temuan itu memerlukan konfirmasi independen, kepatuhan terhadap perilaku diet tertentu dapat menjadi alat tambahan untuk pedoman perlindungan Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA