Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Buka Program RPL, Subsidi Uang Kuliah Satu Semester

Kamis 22 Jul 2021 16:04 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah / Red: Agus Yulianto

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud RI, Prof Aris Junaidi

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud RI, Prof Aris Junaidi

Foto: dok Laznas LMI
Lama waktu perkuliahan nantinya akan ditentukan dari pertimbangan pengalaman kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka program bantuan biaya kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tahun 2021. Bagi masyarakat yang pernah berkuliah namun terputus, bisa melanjutkan kuliah tanpa harus mengulang dari awal.

Program ini berlaku untuk sarjana dan magister. Capaian pembelajaran individu diperoleh dari pendidikan nonformal, informal, atau pengalaman kerja yang belum mendapatkan pengakuan layak. Bantuan biaya kuliah akan diberikan selama satu semester.

"Ikut dalam program ini agar nanti bisa diakui," kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek, Aris Junaidi, dalam telekonferensi, Kamis (22/7).

Aris menjelaskan, jika seseorang terputus kuliahnya karena bekerja, maka pengalaman bekerja itu juga akan diakui sebagai kredit. Sehingga, ketika yang bersangkutan melanjutkan ke pendidikan formal, capaiannya diakui.

"Misalnya kalau sarjana tidak lulus, maka tidak harus full mengulang empat tahun, tapi apa yang sudah didapat, ditambah pengalaman kerja, ataupun mendapatkan pendidikan training yang lain nanti akan diakui," kata dia lagi.

Lama waktu perkuliahan nantinya akan ditentukan dari pertimbangan pengalaman kerja dan pelatihan. Perguruan tinggi kemudian akan menetapkan kredit yang didapatkan mahasiswa, sehingga waktu perkuliahan akan bergantung kepada penilaian tersebut.

Menurut Aris, kebijakan ini akan mendorong anggota masyarakat untuk terus belajar. "Kalau dulu sarjananya putus, sekarang bisa mendapatkan S-1. Atau mungkin program magister, karena tuntutan penelitian, sehingga dia tidak sempat menyelesaikan tapi terlanjur bekerja. Oleh karena itu, dia bisa melanjutkan," kata dia lagi.

Program untuk tahun 2021 masih berupa piloting sehingga belum semua perguruan tinggi berpartisipasi. Aris menjelaskan, untuk tahun ini ada 63 perguruan tinggi dan 453 program studi yang menerapkan program ini.

Lebih lanjut, kata dia, pendaftaran dilakukan secara daring dan bisa dibuka di laman rpla.kemdikbud.go.id. "Nanti membuat akun, mendaftar, dan semua diikuti melalui platform yang kita kembangkan. Jadi sangat praktis dan simple," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA