Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Bek Watford: Mane dan Neymar Pemain Tersulit untuk Dihadapi

Kamis 22 Jul 2021 14:48 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Sadio Mane merayakan gol pada laga antara Liverpool melawan Crystal Palace di Liverpool, Inggris, Ahad (23/5).

Sadio Mane merayakan gol pada laga antara Liverpool melawan Crystal Palace di Liverpool, Inggris, Ahad (23/5).

Foto: EPA-EFE/Phil Noble
Keduanya pernah membuat dia sangat kerepotan.

REPUBLIKA.CO.ID, WATFORD -- Bek kanan Watford, Kiko Femenia, menyebut, setidaknya ada dua pemain yang menjadi lawan tersulit yang pernah dihadapinya hingga saat ini. Adalah penyerang Liverpool, Sadio Mane, dan penyerang Paris Saint Germain (PSG), Neymar, yang kerap merepotkannya dalam mengawal lini pertahanan. 

Sempat memperkuat tim junior Barcelona dan Real Madrid, Femenia akhirnya hijrah ke Alaves pada 2015. Femenia pun berhasil mengantarkan Alaves promosi ke La Liga pada musim debutnya. Bahkan, pada musim keduanya, tepatnya pada musim 2016/2017, bek kanan berusia 30 tahun itu sukses membawa Alaves tampil di partai final Copa del Rey. 

Namun, di partai puncak Copa del Rey tersebut, Alaves menyerah, 1-3, di tangan Barcelona. Pada saat itu, Alaves menyerah lewat gol yang masing-masing dicetak Lionel Messi, Neymar, dan Paco Alcacer. 

Femenia pun mengakui menghadapi salah satu lawan tersulitnya di sepanjang karier profesionalnya sebagai pesepak bola. Namun, alih-alih menyebut pengoleksi enam gelar Ballon d'Or, Lione Messi, Femenia justru menyebut penyerang asal Brasil, Neymar. 

Selain Neymar, mantan bek kanan Hercules itu juga mengakui, Sadio Mane sebagai lawan terberatnya. Keduanya memang kerap berhadapan di pentas Liga Primer Inggris. 

''Saya bisa katakan ada begitu banyak pemain hebat yang telah saya hadapi. Namun, untuk pemain tersulit yang pernah saya hadapi, saya bisa katakan, Sadio Mane dan Neymar. Secara khusus, saya pernah menghadapi Neymar di partai final Copa del Rey. Hingg kini, mereka adalah dua pemain yang paling sulit yang pernah saya hadapi,'' kata Femenia di laman resmi klub, Kamis (22/7). 

Pada musim lalu, Femenia berhasil mengantarkan Watford finish di peringkat kedua Divisi Championship dengan koleksi 91 poin dari 46 laga. Setelah hanya semusim turun kasta ke Divisi Champions, The Hornets sudah berhak kembali berlaga di Liga Primer Inggris pada musim depan. Femenia pun mengaku begitu terkesan dengan atmosfer di Stadion Anfield. 

Menurutnya, cukup sulit buat The Hornets untuk bisa memetik poin di kandang Liverpool itu. Selain kandang Watford, Stadion Vicarage Road, Femenia pun menyebut, Stadion Anfield sebagai salah satu stadion terbaik di Inggris. 

''Atmosfer di sana begitu luar biasa. Selain itu, stadion itu adalah stadion yang bersejarah. Semua orang di dunia kerap membicarakan soal Anfield. Begitu saya berada di sana, saya benar-benar terkesan,'' tutur Femenia. 

Dalam tiga musim berkiprah di Liga Primer Inggris, The Hornets memang kerap mengalami kesulitan saat melawat ke markas Liverpool tersebut. Di tiga laga terakhir di Anfield, Watford kebobolan sembilan gol dan tidak pernah mencetak satu gol pun. Sementara, Mane terbukti menjadi momok buat lini belakang Watford. Dari delapan penampilan menghadapi Watford, Mane berhasil mencetak sembilan gol.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA