Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Arab Saudi Tolak Tuduhan Pakai Spyware Pegasus Buatan Israel

Kamis 22 Jul 2021 11:36 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Bendera Arab Saudi. orang pejabat Arab Saudi membantah klaim beberapa media bahwa kerajaan menggunakan spyware untuk melacak komunikasi.

Bendera Arab Saudi. orang pejabat Arab Saudi membantah klaim beberapa media bahwa kerajaan menggunakan spyware untuk melacak komunikasi.

Foto: AP/Amr Nabil
Arab Saudi dilaporkan memakai pegasus untuk menarget teman Khashoggi

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Seorang pejabat Arab Saudi membantah klaim beberapa media bahwa kerajaan menggunakan spyware untuk melacak komunikasi. Laporan itu menyatakan Arab Saudi menggunakan Pegasus untuk menargetkan ponsel milik dua perempuan yang dekat dengan mendiang Jamal Khashoggi.

"Klaim ini tidak berdasar. Kerajaan tidak menyetujui praktik seperti itu," ujar laporan TV pemerintah mengutip pejabat itu, tanpa menyebutkan namanya.

Baca Juga

Investigasi global yang diterbitkan oleh 17 organisasi media membongkar penggunaan spyware Pegasus yang dilisensikan oleh NSO Group yang berbasis di Israel secara ilegal. Perangkat ini telah digunakan dalam upaya dan berhasil meretas ponsel milik jurnalis, pejabat pemerintah, dan aktivis hak asasi manusia.

Salah satu media yang tergabung dalam pelaporan, The Washington Post, mengatakan spyware Pegasus juga digunakan Saudi untuk memantau Khashoggi. Dia adalah seorang kolumnis media tersebut yang dibunuh di konsulat Saudi di Turki pada 2018, sebelum dan setelah kematiannya.

NSO mengeluarkan pernyataan menolak pelaporan oleh mitra media tersebut. Perusahan tersebut mengatakan itu penuh dengan asumsi yang salah dan teori yang tidak didukung. Produk dimaksudkan hanya untuk digunakan oleh badan intelijen dan penegak hukum pemerintah untuk memerangi terorisme dan kejahatan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA