Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

'Hanya 20 Persen Lulusan PT Kompetensinya Sesuai Pekerjaan'

Kamis 22 Jul 2021 08:12 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Agus raharjo

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Prof Nizam

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Prof Nizam

Foto: Tangkapan layar
Pekerjaan rumah terbesar saat ini di PT yakni mengubah pola pikir dosen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam mengaku banyak keluhan dari dunia kerja berkaitan dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi (PT) yang tidak sesuai. Mengutip sebuah penelitian, Nizam mengatakan hanya 15-20 persen lulusan perguruan tinggi yang kompetensinya betul-betul sesuai dengan pekerjaannya.

Terkait hal ini, membekali mahasiswa dengan kesempatan-kesempatan untuk memperkaya kompetensi diri adalah hal yang penting. "Kita memastikan opportunity ini betul-betul kita bukakan pintunya. Jangan sampai mereka kita paksa melewati satu lorong yang menyebabkan mereka tidak menjadi sebagai SDM unggul, menjadi dirinya sendiri, menjadi profesional yang mereka cita-citakan," kata Nizam, dalam webinar, Rabu (21/7).

Menurutnya, pekerjaan rumah terbesar saat ini dalam perguruan tinggi yakni mengubah pola pikir dosen. Selama ini, dosen merasa yang sudah dilakukan dalam perkuliahan merupakan yang paling baik. Selama mahasiswa mengikuti perkuliahan dengan baik maka mereka akan bisa terjun dengan baik pula di tengah masyarakat dan dunia profesi.

Namun, menurutnya, masih banyak keluhan dari industri mengenai rendahnya kompetensi yang dimiliki lulusan ketika bekerja. "Faktanya, kita banyak dapat keluhan dari dunia kerja lulusan yang belum siap, softskill yang tidak pas, hardskill yang tidak pas," kata Nizam menambahkan.

Terkait hal ini, Kemendikbudristek membuka peluang untuk mahasiswa memperkaya kompetensinya dengan berbagai program. Salah satunya adalah Duta Kampus Merdeka 2021. Nizam mengatakan, hingga saat ini jumlah pendaftar program ini hampir mencapai 300 ribu.

"Apa yang penting dalam pendidikan tinggi itu, menyiapkan lulusan-lulusan, sarjana yang siap untuk produktif dalam berbagai bidang. Dalam arti yang seluas-luasnya menjadi peneliti, dosen, tenaga profesional, dia harus menjadi seseorang yang berguna bagi dirinya sendiri," ujar Nizam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA