Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Perlukah Vaksin Ketiga Diberikan Kepada Masyarakat?

Rabu 21 Jul 2021 18:17 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Perlukah vaksin dosis ketiga diberikan kepada masyarakat? (ilustrasi).

Perlukah vaksin dosis ketiga diberikan kepada masyarakat? (ilustrasi).

Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
Booster untuk para nakes sudah dimulai dengan menggunakan vaksin Moderna.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia resmi melaksanakan pemberian vaksin booster dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan (nakes). Hal ini lantaran tingginya lonjakan kasus positif dan mutasi virus Covid-19. 

Pemberian vaksin dosis ketiga kepada nakes menimbulkan pertanyaan, apakah nantinya masyarakat umum perlu mendapatkan tambahan dosis vaksin lagi. Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso, dr Syahril Mansyur Sp.Paru, mengatakan, saat ini pemberian vaksin dosis ketiga masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. "Booster untuk para nakes sudah dimulai dengan menggunakan vaksin Moderna. Nantinya, untuk yang lain, akan dilakukan secara prioritas dan bertahap," kata dr Syahril melalui seminar daring, Rabu (21/7).

Sependapat dengan Syahril, Medical Senior Manager PT Kalbe Farma, dr Esther Kristiningrum, mengatakan pemberian booster vaksin diprioritaskan kepada tenaga kesehatan lantaran mereka adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Namun, ia berpendapat, tidak menutup kemungkinan masyarakat umum mendapatkan dosis tambahan vaksin.

"Kalau untuk umum, tentunya bisa (dapat) booster. Namun, berapa lama efektivitas vaksin masih dalam penelitian, sehingga kemungkinan setelah beberapa bulan, antibodi vaksin kedua menurun sehingga perlu booster," kata dr Esther.

Ketika disinggung mengenai efektivitas vaksin dengan varian atau mutasi baru virus, ia mengatakan semua vaksin masih cenderung efektif, walaupun ada juga kemungkinan efektivitas. Lebih lanjut, dr. Esther mengatakan, masyarakat tidak perlu panik, karena yang terpenting adalah mendapatkan vaksinasi lengkap sebanyak dua dosis terlebih dahulu untuk membentuk pertahanan dan imunitas tubuh yang baik, sebelum akhirnya mencapai kekebalan komunal (herd immunity).

Menurut dia, yang penting sekarang adalah bagaimana mencapai herd immunity terlebih dulu, setidaknya sekitar 70-75 persen supaya bisa menghambat penularan. Di sisi lain, vaksin dosis ketiga juga masih bertahap datangnya, sehingga nakes menjadi prioritas. "Tapi, tidak menutup kemungkinan (masyarakat) untuk mendapatkan vaksin dosis ketiga," kata dia.

Sebagai informasi, pada Jumat (16/7), booster vaksin dilakukan terhadap tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Para nakes yang mendapat booster ialah mereka yang telah mendapat dua dosis vaksin Sinovac. Vaksin Moderna dari Amerika Serikat disebut memiliki efikasi 94 persen dan sudah tiba di Indonesia sebanyak 4.500.160 dosis. Vaksin itu pun sudah mendapat emergency use authorization dari BPOM dan dialokasikan untuk program vaksin pemerintah. Jika menilik ke luar, sejumlah negara lain di dunia juga telah mempertimbangkan untuk memberikan dosis vaksin ketiga. 

Mengutip dari Kantor Berita Anadolu Turki, Swedia akan mulai memberikan dosis ketiga vaksin virus corona musim gugur ini. Richard Bergstrom, koordinator vaksinasi negara itu mengatakan seseorang masih bisa terinfeksi virus corona bahkan setelah menerima dua dosis vaksin. Dia menyarankan semua orang harus berhati-hati. "Dosis ketiga harus diberikan," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA