Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Film Horor Psikologis yang Mungkin Ingin Dihindari

Rabu 21 Jul 2021 18:04 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti

Film The Happening.

Film The Happening.

Foto: 20th Century Fox
Beberapa film horor psikologis ada yang mendapat komentar kurang bagus.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Banyak orang menyukai film horor psikologis. Cukup menarik merasakan ketakutan sekaligus berpikir keras tentang apa yang terjadi di film yang sedang ditonton itu? 

Dari begitu banyak film horor psikologis, ada beberapa yang mendapat pujian kritis, atau hanya bagus, bahkan buruk. Dari sekuel yang tidak perlu, reboot, hingga kisah monster yang menggabungkan cerita asal penjahat horor, banyak pilihan film horor psikologis buruk, yang terkadang membuat Anda berpikir untuk membaca ringkasannya terlebih dahulu.

Tetap saja, terkadang yang terbaik adalah menghadapi situasi dengan persiapan sebaik mungkin. Dilansir di laman Gamespot, berikut lima film horor psikologis yang mungkin ingin Anda hindari: 

1. The Happening

photo
Film The Happening. - (20th Century Fox)
 

M Night Shyamalan menjadi meme selama bertahun-tahun karena twist-nya yang menarik dan akhir mengejutkan dari filmnya. Dalam horor psikologis yang benar-benar melewatkan topik, The Happening adalah pilihan utama. Anda jangan merasa lebih konyol dibandingkan tanaman yang membenci orang tertentu.

2. The Bye Bye Man

photo
Film The Bye Bye Man. - (STX Entertainment)
 

Orang mengatakan Anda tidak boleh menilau buku dari sampulnya. Laman Gamesport lantas menyampaikan rasa hormat untuk film yang memiliki judul konyol itu.

3. Brahms: The Boy II

photo
Film Brahms: The Boy II. - (STX Entertainment)
 

Film The Boy sebenarnya cukup bagus, namun tidak demikian sekuelnya. Selain tidak masuk akal, sekuel dinilai tampaknya ingin "merusak" dan "mengacaukan" semua ide yang layak dari film pertama.

4. Slender Man

photo
Film Slender Man. - (Distributor Sony Pictures Releasing)
 

Anda akan berpikir dengan popularitas legenda urban internet Slender Man, serta kekayaan serial web gratis buatan amatir di Youtube, Hollywood akan merasa sangat termotivasi untuk melakukan segala upaya dalam membuat versi layar lebar dari monster tontonan itu. Sebaliknya, Slender Man merupakan film yang sebaiknya tidak ditonton, bukan karena alasan seram, hanya karena Anda bisa menghabiskan waktu untuk hal lain.

5. Goodnight Mommy

photo
Film Goodnight Mommy. - (Stadtkino Verleih)
 

Trailer untuk yang satu ini memamerkan banyak potensi, misalnya anak laki-laki kembar menjadi yakin bahwa ibu mereka telah diculik oleh monster setelah menjalani operasi plastik ekstensif. Kenyataannya, akhirnya film ini menjadi karya yang membosankan melalui beberapa metafora yang dibuat-buat tentang kesedihan dan psikologi masa kanak-kanak yang disalahpahami.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA