Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Vaksin Berguna Kurangi Angka Kematian dan Kesakitan

Selasa 20 Jul 2021 18:25 WIB

Red: Indira Rezkisari

Petugas kesehatan dari Badan Intelijen Negara (BIN) menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang pelajar di Sekolah Al Azhar BSD, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/7/2021). Vaksinasi yang diselenggarakan oleh BIN dan Pemkot Tangerang Selatan ini merupakan program percepatan vaksinasi COVID-19 untuk pelajar.

Petugas kesehatan dari Badan Intelijen Negara (BIN) menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang pelajar di Sekolah Al Azhar BSD, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/7/2021). Vaksinasi yang diselenggarakan oleh BIN dan Pemkot Tangerang Selatan ini merupakan program percepatan vaksinasi COVID-19 untuk pelajar.

Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Vaksin bekerja siapkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen dan peneliti Mikrobiologi Medis, Biologi Molekuler dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Budiman Bela, memaparkan manfaat vaksinasi Covid-19. Ia mengatakan vaksin Covid-19 bermanfaat untuk mengurangi angka kesakitan dan angka kematian.

"Yang jelas vaksin itu bisa mengurangi terjadinya sakit yang parah, dan bisa mengurangi terjadinya kematian," ujar Budiman yang merupakan Ketua Tim Pengembangan Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia saat dihubungi, Selasa (20/7).

Ia menjelaskan, vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh akan bekerja mempersiapkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19. Sehingga ketika virus Covid-19 masuk maka tubuh sudah mempunyai sistem kekebalan untuk melawan.

Budiman menuturkan orang yang sudah divaksinasi masih berpeluang menyebarkan virus. Tapi periode penyebarannya tidak selama orang yang belum divaksinasi.

"Kalau orang yang belum divaksin itu, kecenderungannya akan relatif lebih lama periode menyebarkan virus di tubuhnya karena respons imunnya tidak cepat muncul," tuturnya.

Budiman mengatakan ada beberapa macam isi dari vaksin Covid-19 yang ada. Misalnya, mengandung virus lengkap yang sudah dimatikan, kedua mengandung sebagian dari protein virus atau komponen virus yang bisa menimbulkan reaksi kekebalan terhadap virus, dan ketiga mengandung materi genetik dari virus itu.

"Karena protein virus kan dianggap sebagai benda asing, tubuh kita akan bereaksi menimbulkan kekebalan, dan kekebalan inilah yang bisa melindungi kita kalau sewaktu-waktu kita terinfeksi virus," ujarnya.

Budiman menuturkan vaksin Covid-19 yang diberikan ke masyarakat sudah melalui pengujian-pengujian untuk memastikan keamanan dan efikasinya. Selain itu, vaksin tersebut juga harus sudah mendapatkan izin untuk penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).

Hingga saat ini di Indonesia belum ada kasus orang meninggal setelah menjalani vaksinasi Covid-19. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar burung, informasi salah atau hoaks yang beredar terkait vaksin karena pemerintah tentunya memberikan vaksin yang sudah dijamin keamanan dan efikasinya untuk kepentingan kesehatan masyarakat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA