Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

BKSDA Pasaman Selamatkan Harimau dari Perkebunan Sawit

Selasa 20 Jul 2021 18:13 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Agus Yulianto

Seekor harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae)

Seekor harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae)

Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan
Harimau yang dinamai Kanti Marama itu dievakuasi agar tidak berkonflik dengan manusia

REPUBLIKA.CO.ID, PASAMAN -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat, Resor Pasaman pada Senin (19/7) kemarin berhasil mengevakuasi seekor Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di area perkebunan kelapa sawit PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS). Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra, mengatakan, pihaknya mengevakuasi harimau yang dinamai Kanti Marama itu supaya tidak berkonflik dengan manusia.

"Setelah melakukan penanganan konflik selama lima hari, tim BKSDA Sumatera Barat berhasil menyelamatkan seekor satwa Harimau Sumatra yang dinamai Kanti Marama," kata Ade, Selasa (20/7).

Ade menjelaskan, satwa langka dan dilindungi tersebut masuk ke salah satu boxtrap yang dipasang bksda sekitar pukul 09.00 WIB kemarin.

Sesuai SOP, BKSDA akan mengevakuasi satwa dari lokasi menuju ke Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) di Bukittinggi untuk dilakukan observasi.

Sebelumnya, seekor Harimau Sumatera muncul di area perkebunan kelapa sawit milik PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS) di Sungai Aur kabupaten Pasaman Barat, Rabu (14/07/2021).

Video kemunculan satwa itu sempat terekam gawai dari pekerja di lokasi dan beredar di media sosial. Satwa terlihat mengikuti kendaraan yang digunakan pekerja  dari arah belakang dan kemudian tidak lama menghilang dalam semak-semak kebun kelapa sawit.

Tim BKSDA bersama manajemen perusahaan dan dibackup personil satuan Brimob melaksanakan identifikasi lapangan di lokasi kemunculan satwa.

Menurut keterangan pihak perusahaan PT. PMS, dalam sebulan ini satwa harimau sudah terlihat beberapa kali di dalam area perkebunan.

Untuk mendeteksi keberadaan harimau tersebut,  BKSDA memasang sebanyak tiga unit camera trap (kamera jebak). Hasilnya, salahsatu camera trap berhasil mendapatkan gambaran visual satwa itu ketika sedang melintas.

BKSDA memutuskan untuk mengevakuasi satwa dengan menggunakan dua unit kandang jebak mengingat pengusiran dan penggiringan ke dalam hutan tidak mungkin dapat dilakukan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA