Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Penasihat Tuduh Boris Johnson tak Peduli Lansia

Selasa 20 Jul 2021 14:07 WIB

Red: Indira Rezkisari

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Foto: AP/Daniel Leal-Olivas/POOL AFP
Boris Johnson disebut sebenarnya tidak ingin lakukan lockdown.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Boris Johnson tidak mempersiapkan penguncian Covid-19 untuk menyelamatkan warga lanjut usia (lansia). Ia juga menyangkal Layanan Kesehatan Nasional (NHS) akan kewalahan, kata mantan penasihat utama Perdana Menteri Inggris itu dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada Senin (19/7).

Dalam wawancara TV pertama sejak lepas jabatan tahun lalu, Dominic Cummings mengatakan Johnson tidak ingin memberlakukan penguncian kedua pada musim semi lalu karena "orang-orang yang sekarat umumnya berusia di atas 80". Cummings juga mendaku bahwa Johnson ingin bertemu Ratu Elizabeth yang berusia 95 tahun, meski ada tanda-tanda virus tengah menyebar di kantornya di awal pandemi. Padahal saat itu masyarakat diminta untuk menghindari pertemuan tidak penting, terutama dengan lansia.

Penasihat politik yang menuduh pemerintah bertanggung jawab atas kematian ribuan orang akibat Covid-19 itu mengungkapkan sejumlah pesan dari Johnson kepada para penasihatnya pada Oktober. Cummimgs mengatakan Johnson lewat sebuah pesan berkelakar bahwa orang tua bisa "terkena Covid dan hidup lebih lama" karena kebanyakan orang yang sekarat telah melewati usia rata-rata harapan hidup.

Cummings menuduh Johnson mengiriminya pesan. "Dan saya tak lagi menganggap masalah NHS yang kewalahan ini. Teman-teman, saya pikir kita perlu mengalibrasi ulang."

Reuters tidak bisa memeriksa secara independen apakah pesan-pesan itu benar adanya. Juru bicara Johnson mengatakan perdana menteri telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi nyawa dan mata pencaharian berdasarkan saran ilmiah terbaik.

Partai oposisi Inggris, Partai Buruh, mengatakan apa yang diungkap oleh Cummings memperkuat wacana penyelidikan publik dan menjadi bukti lebih lanjut bahwa perdana menteri telah membuat pernyataan salah berkali-kali dengan mengorbankan kesehatan masyarakat. Cummings mengatakan pada BBC bahwa Johnson memberi tahu para pejabat bahwa dirinya tak pernah menyetujui penguncian pertama.

Cummings mengaku harus meyakinkan Johnson untuk tidak mengambil risiko bertemu dengan Ratu. "Saya katakan 'Anda sedang apa', dan dia bilang 'saya mau bertemu Ratu', dan saya katakan 'Anda bicara soal apa, tentu Anda tak bisa pergi dan bertemu Ratu," kata Cummings tentang percakapannya dengan Johnson.

"Dan dia bilang, pada dasarnya dia tidak memikirkan hal itu."

Meski mempertanyakan kelayakan Johnson jadi perdana menteri dan mengecam perjuangan pemerintah melawan Covid-19, kritik Cummings belum secara serius memukul peringkat Johnson dalam jajak-jajak pendapat. Wawancara lengkap akan disiarkan pada Selasa waktu Inggris.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA