Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

PM Korsel Minta Maaf atas Kasus Covid-19 di Kapal Tempur

Selasa 20 Jul 2021 11:55 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Kim Boo-kyum

Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Kim Boo-kyum

Foto: EPA-EFE
Korsel mengirim dua pesawat militer untuk memulangkan 310 pelaut di kapal tempur

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Kim Boo-kyum mengucapkan permintaan maaf ke publik atas wabah virus corona skala besar di kapal tempur jenis destroyer. Kapal tersebut menjalankan misi anti-bajak laut di Timur Afrika.

"(Kami) meminta maaf karena gagal menjaga kesehatan pasukan kami yang mengabdikan diri mereka pada negara," kata Kim, Selasa (20/7).

Baca Juga

Korsel mengirim dua pesawat militer untuk memulangkan sekitar 310 pelaut. Pada Selasa ini, Korsel melaporkan 1.278 kasus infeksi baru Covid-19 sehingga total kasus infeksi di Negeri Ginseng menjadi 180.481 sementara kasus kematian akibat Covid-19 menjadi 2.059. Hari ini merupakan hari ke-14 jumlah kasus infeksi Korsel yang terkonfirmasi di atas 1.000 kasus.

Ledakan kasus infeksi virus corona terutama varian Delta yang sangat menular terjadi di mana-mana. Amerika Serikat (AS) memberlakukan larangan terbang ke Indonesia dan tiga destinasi lainnya.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) memperingatkan warga AS meningkatnya resiko penularan Covid-19 di Inggris, Indonesia, Zimbabwe, Fiji dan Kepulauan Virgin. Sebelumnya empat destinasi itu hanya masuk kategori “reconsider travel.”

Rekomendasi atau peringatan itu terus ditinjau ulang dan tidak mengikat walaupun kemungkinan akan berdampak pada angka asuransi dan pariwisata. Seperti Inggris yang sepanjang tahun masuk kategori pertimbangkan perjalanan atau 'reconsider travel' dan jangan melakukan perjalanan atau 'do not travel' berkali-kali. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA