Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

RS Darurat Asrama Haji Terima Pasien Covid Mulai Malam Ini

Senin 19 Jul 2021 18:47 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Agus Yulianto

(Kiri ke kanan) Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Fathema Djan Rachmat, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat peresmian RSPJ ekstensi Gedung Arafah, Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Senin (19/7).

(Kiri ke kanan) Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Fathema Djan Rachmat, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat peresmian RSPJ ekstensi Gedung Arafah, Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Senin (19/7).

Foto: Tangkapan Layar
RS yang nantinya akan memiliki 900 tempat tidur ini juga akan dilengkapi CT scan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) ekstensi Gedung Arafah, Asrama Haji Embarkasi Jakarta sudah bisa pasien covid-19 mulai Senin (19/7) malam. Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Fathema Djan Rachmat mengatakan, ada tiga jalur pendaftaran yakni melalui sistem informasi rujukan rumah sakit terintegrasi (sisrute) pada laman https://sisrute.kemkes.go.id, menghubungi nomor telepon 081291763037, atau datang langsung ke RSPJ ekstensi Gedung Arafah, Asrama Haji Embarkasi Jakarta yang berada di Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur.

"Untuk malam ini yang sudah daftar melalui sisrute itu yang akan kami terima dahulu. Saat ini yang kita akan terima baru 25 pasien malam ini," ujar Fathema saat peresmian RSPJ ekstensi Gedung Arafah, Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Senin (19/7).

Fathema menyampaikan, RSPJ ekstensi Gedung Arafah, Asrama Haji Embarkasi Jakarta mengalihfungsikan gedung pertemuan utama Arafah di asrama haji menjadi rumah sakit darurat untuk melayani pasien covid-19. 

Fathema menyampaikan RS darurat seluas 4.127 meter persegi terdiri atas empat lantai untuk pasien dengan kondis berat dan kritikal. RS darurat ini memiliki 150 tempat tidur ruang isolasi covid, 124 tempat tidur untuk level ICU dan HCU yang dilengkapi 74 mesin ventilator dan 50 ventilator noninfasif dan 26 tempat tidur ruang isolasi rawat pemulihan.

"RS ini dilengkapi ruangan-ruangan yang telah dilengkapi negatif pressure, Hepa filter, sistem oksigen, seluruh layanan radiologi dan sebagian laboratorium," ungkap Fathema.

Fathema menambahkan, RS yang nantinya akan memiliki 900 tempat tidur ini juga akan dilengkapi CT scan dan penunjang perawatan lainnya. Dia mengatakan, operasional RS ini didukung 320 tenaga kesehatan yang terdiri atas 210 perawat, 75 dokter, 15 analis, dan 20 asisten apoteker. 

Fathema menyampaikan RS juga menyiapkan gedung D1 dan D2 sebagai asrama bagi para nakes yang bertugas.

"Pertamedika IHC, Kementerian BUMN, dan Pertamina saat ini juga sedang membangun RS darurat ekstensi Pelni Tanjung Duren dengan kapasitas 500 tempat tidur yang dibangun dua tahap, 318 tempat tidur untuk tahap pertama, dan tahap kedua sebanyak 182 tempat tidur untuk pasien kondisi sedang, berat, dan kritikal," kata Fathema menambahkan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA