Senin 19 Jul 2021 16:10 WIB

Sandiaga Ingin Restoran Khas Indonesia Mendunia

Sandiaga ingin ada 4.000 restoran baru khas Indonesia yang hadir di Mancanegara.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Andi Nur Aminah
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno
Foto: ANTARA/Aadiaat MS
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan siap menggencarkan promosi produk bumbu makanan dan rempah khas Indonesia. Hal itu diharapkan mampu meningkatkan jangkauan pasar bagi produk kuliner Indonesia di mancanegara serta munculnya restoran-restoran khas Nusantara.

Sandiaga mengatakan, dikenalnya bumbu dan rempah Indonesia secara lebih luas akan membawa dampak bagi pertumbuhan restoran-restoran makanan khas Indonesia di berbagai negara. "Fakta bumbu Indonesia kurang dikenal dunia padahal punya cita rasa yang khas. Kita targetkan hadirnya 4.000 restoran di luar negeri lewat program Spice Up The World," ujar Sandiaga dalam konferensi pers virtual, Senin (19/7).

Baca Juga

Ia mengatakan, saat ini, Afrika dan Australia menjadi negara pengimpor bumbu makanan tertinggi di dunia. Sebagai contoh, impor bumbu makanan di Afrika pada 2019 mencapai 29 miliar dolar AS. Namun, dari pangsa pasar yang besar itu, Indonesia hanya berkontribusi sekitar 0,67 persen. Begitu pula dengan pasar Australia di mana pangsa pasar bagi Indonesia kurang dari satu persen.

Lebih lanjut, ia mengatakan, konsep pengembangan yang digunakan pemerintah dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta restoran-restoran Indonesia di luar negeri yang saat ini sudah beroperasi. Menurut dia, juga perlu dilakukan desain ulang agar branding restoran Indonesia lebih dikenal.

"Kita harus kembangkan restoran Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran. Namun juga menguatkan kuliner di dalam negeri sehingga menjadi destinasi grastronomi," ujarnya.

Sandiaga menjelaskan, Kemenparekraf telah memiliki program Spice Up The World sebagai agenda promosi bumbu dan rempah Indonesia di mancanegara. Agenda terdekat bakal di gelar di Amerika Serikat karena memiliki pangsa pasar yang besar untuk produk bumbu. Ia mencatat, AS setidaknya memiliki peluang ekspor sekitar 20 hingga 25 persen dari total ekspor bumbu dan rempah dari Indonesia. "Kita gunakan restoran ini sebagai pengumpan dari potensi pariwisata dan produk-produk ekonomi kreatif dari Indonesia," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement