Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Indonesia Miliki 104 Jenis Nasi Goreng

Senin 19 Jul 2021 04:00 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Nasi goreng shirataki (ilustrasi).

Nasi goreng shirataki (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Banyaknya jenis nasi goreng menjadikan keunikan tersendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Nasi goreng jadi salah satu kuliner unggulan Nusantara yang disukai banyak kalangan. Tapi, siapa sangka ada beragam nasi goreng yang bisa ditemui di Indonesia karena ada ratusan jenis nasi goreng yang tersebar di Tanah Air.

Pakar kuliner Nusantara dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri mengatakan, nasi goreng merupakan makanan yang unik dan spesial karena banyak ragamnya. Bahkan, jenis nasi goreng begitu beragam.

"Setidaknya ada 104 jenis nasi goreng tersebar di Indonesia yang terdiri dari 36 jenis nasi goreng yang dapat ditelusuri asal usulnya dan 59 lain merupakan jenis pengembangan yang tidak bisa ditelusuri daerah asalnya," kata Dwi, Jumat (15/7).

Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian ini menilai, nasi goreng salah satu kuliner unggulan selain sate, soto, rendang dan gado-gado yang bisa dinikmati berbagai kalangan. Nasi goreng memiliki cita rasa mendunia dan diterima global.

Banyaknya jenis nasi goreng menjadikan keunikan tersendiri. Sebab, mendorong rasa keingintahuan untuk mencoba ragam lain. Sesuatu yang banyak ragamnya akan unik karena membuat orang semakin penasaran dan tertarik mencoba ragam lain.

Dwi menerangkan, nasi goreng juga sudah menjadi jawaban bagi masyarakat untuk mengolah nasi sisa menjadi makanan bercita rasa. Sehingga, masyarakat yang memiliki masalah persediaan nasi yang sering tidak habis dan jadi tersisa.

"Maka, nasi goreng jadi jawaban mengolah nasi agar tidak terjadi food waste," ujar Dwi  dalam bedah buku Nasi Goreng Indonesia Cita Rasa Mendunia yang digelar FTP UGM.

Wadir Pelatihan, Pendidikan dan Penelitian Indonesian Gastronomy Community, Dr Endang Suraningsih menambahkan, untuk memajukan kuliner Nusantara perlu ada roadmap dengan konsep jelas. Sehingga, semakin dikenal dan dicintai warga dunia.

"Nasi goreng ini makanan yang adaptif dan bisa menyesuaikan di mana berada, sehingga dapat dikembangkan dengan mudah. Meski begitu, pengembangannya tetap harus menjunjung tinggi jati dirinya sebagai makanan khas Indonesia," kata Dwi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA