Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Surplus Dagang Juni, Mendag: Ekspor Tembus Rekor Baru

Ahad 18 Jul 2021 21:25 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi

 Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Lutfi mengatakan, surplus neraca dagang Juni 2021 catat rekor baru.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Lutfi mengatakan, surplus neraca dagang Juni 2021 catat rekor baru.

Foto: ISMAR PATRIZKI/ANTARA
Neraca perdagangan kumulatif H1 2021 lampaui surplus perdagangan H1 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja ekspor periode Juni 2021 berhasil mencatatkan rekor baru sejak Agustus 2011 dengan mencatatkan angka sebesar 18,55 miliar dolar AS.

Neraca perdagangan periode Juni 2021 mencatatkan surplus sebesar 1,32 miliar dolar AS. Surplus ini menunjukkan tren surplus neraca perdagangan bulanan terus berlanjut sejak Mei 2020.

"Hal yang membanggakan kita semua, dari sisi ekspor, nilai total ekspor Indonesia mencapai 18,55 miliar dolar AS dan menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2011," kata Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, dalam keterangan resminya, Sabtu (17/7).

Menurut Lutfi, surplus neraca perdagangan Juni 2021 ditopang oleh surplus neraca nonmigas sebesar 2,38 miliar dolar AS dan terkontraksi defisit neraca migas sebesar 1,07 miliar dolar AS.

Lutfi menambahkan, Indonesia mencatatkan surplus dengan beberapa negara mitra dagang utama pada Juni 2021. Surplus nonmigas terbesar berasal dari Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan nilai surplus 1,24 miliar dolar AS, Filipina 0,65 miliar dolar AS, dan Belanda 0,32 miliar dolar AS.

Sementara itu, neraca perdagangan kumulatif Januari-Juni 2021 tercatat surplus 11,86 miliar dolar AS. Nilai tersebut diperoleh dari surplus perdagangan pada sektor nonmigas sebesar 17,57 miliar dolar AS pada Januari–Juni yang mampu menutupi defisit perdagangan migas yang mencapai 5,70 miliar dolar AS.

Bahkan, neraca perdagangan kumulatif periode Januari-Juni 2021 jauh melampaui surplus perdagangan periode Januari-Juni 2020 yang tercatat senilai 5,43 miliar dolar AS.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA