Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Wagub Optimistis Vaksinasi di Jabar Tercapai Sesuai Target

Ahad 18 Jul 2021 15:29 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Petugas tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Sentra Vaksinasi Masyarakat dan Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif STP Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/7/2021). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan sedikitnya 90-95 persen dari 34 juta masyarakat pelaku dan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif se-Indonesia bisa terfasilitasi program percepatan vaksinasi COVID-19 sehingga pemulihan ekonomi di sektor tersebut segera tercapai.

Petugas tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Sentra Vaksinasi Masyarakat dan Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif STP Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/7/2021). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan sedikitnya 90-95 persen dari 34 juta masyarakat pelaku dan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif se-Indonesia bisa terfasilitasi program percepatan vaksinasi COVID-19 sehingga pemulihan ekonomi di sektor tersebut segera tercapai.

Foto: Antara/Novrian Arbi
Hingga saat ini, Jabar baru menerima delapan juta dosis dari pemerintah pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Jawa Barat (Jabar) menjadi wilayah terbesar yang harus mengejar angka realisasi target vaksinasi Covid-19. Bila target yang disarankan untuk membentuk Herd Immunity (kekebalan kelompok) adalah 80 persen penduduk, maka jumlah warga yang harus divaksin adalah sekira 33,5 juta jiwa.

Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, dengan target tersebut maka Jabar membutuhkan 33,5 juta dosis untuk vaksin pertama.  Sementara hingga saat ini, Jabar baru menerima delapan juta dosis dari pemerintah pusat.

"Kan sekarang beritanya Jawa Barat terendah dalam realisasi vaksin. Nah terus saya sampaikan bahwa Jawa barat penduduknya  50 juta jiwa, kalau divaksin sesuai dengan harapan sekitar 80 persen, berarti kami membutuhkan vaksin pertama 33,5 juta dikali dua, kalau mengacu pada kesempurnaan yaitu 80 persen," Uu kepada wartawan, Ahad (18/7).

"Sementara vaksin yang kami terima baru delapan juta dosis, dan yang delapan juta ini sudah disebar ke bupati/ walikota, ke 27 kota kabupaten," imbuhnya.

Menurut Uu, saat ini Pemprov Jabar gencar mengadakan sentra vaksinasi di hampir setiap kota/ kabupaten di Jabar. Belum lagi, kegiatan vaksinasi juga mulai dilaksanan di tingkat pemerintah desa/ kelurahan."Jadi kalau memang di bandingkan dengan provinsi- provinsi lain yang jumlah penduduknya tidak sebanyak Jawa Barat ya bisa saja kita terendah," katanya.

Oleh karena itu, menurut Uu, sebagain besar warga Jabar telah divaksin. Ia pun optimis target Herd Immunity dapat dicapai di bulan Desember, atau akhir tahun ini. "Pak Panglima TNI dan pak Kapolri waktu kunjungan ke Jawa Barat dia bilang akan membantu penyelenggaraan vaksin di Jawa Barat setelah selesai vaksin di DKI Jakarta. Vaksin DKI Jakarta katanya selesai akhir bulan Juni ini, jadi nanti nakes dan lainnya akan dibantu. Jadi kami optikis akan sesuai apa yang diharapkan," papar Uu.

Uu juga mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut divaksin. Sekaligus ia meminta kebersamaan dari masyarakat agar Jabar tidak menjadi daerah terendah target vaksin."Jadi intinya Jawa barat tidak terendah kalau dilihatnya jumlah Karena penduduknya banyak. Jabar optimis karena gerakan lebih banyak termasuk nakesnya diberi bantuan tenaga dan sebagainya," katanya.

Pada prinsipnya, kata dia, divaksin itu hak bagi masyarakat tapi pemerintah mendorong untuk divaksin demi kemaslahtan bersama, untuk kemanfaatan bersama. Uu juga menceritakan pengalamannya terpapar covid-19 saat sudah divaksin. Karena sudah divaksin, dirinya terpapar Covid-19 dengan gejala ringan saja. Gejalanya hanya dirasakan sekitar lima hari saja. "Saya pernah divaksin dua kali kemudian saya kena (Covid-19), tetapi saya tidak lama, lima hari juga pulih kembali, kata dokter, kenapa pak Uu cepat pulih kembali? karena pak Uu sudah divaksin. Kalau tidak diawali sudah divaksin dua kali tidak menutup kemungkinan pak Uu akan lebih dari lima hari," paparnya.

Sekali lagi Uu menekankan agar warga Jabar segera divaksin. Adapun kepada kelompok tertentu yang kerap kali menakut- nakuti untuk divaksin lebih baik berhenti, karena itu salah satu bentuk kedzoliman, karena membahayakan masyarakat secara luas. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA