Ahad 18 Jul 2021 11:22 WIB

Thank You, Prof Sarah Gilbert

Sarah Gilbert secara nyata rela melespaskan hak patennya atas vaksin Covid-19

Prof Sarah Gilbert, penmen vaksin AstraZaneka.
Foto: Google.com
Prof Sarah Gilbert, penmen vaksin AstraZaneka.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh:  Jaya Suprana, Budayawan, Penggagas Rekor MURI, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Prof Sarah Gilbert adalah penemu vaksin Astra Zeneca yang telah  ikhlas melepaskan hak paten atas penemuan dirinya.

Mengingat hak paten atas vaksin anti virus Corona sangat potensial membuat sang pemegang hak paten menjadi mahakayaraya maka apa yang diikhlaskan oleh sang mahaguru virologi universitas Oxford dianggap sebagai tidak lazim bahkan kebodohan dahsyat oleh industri farmasi yang terbiasa dengan angkara murka kerakusan profit.

Di antara para pendukung hak paten jelas bahwa apa yang dilakukan ibunda tiga anak kembar yang telah dianugrahi gelar Dame oleh Kerajaan Inggris rawan dituduh sebagai merusak pasaran hak paten.

Dia akan juga dihujat sebagai pengkhianat kapitalisme yang memuja individualistisme. Thomas Alfa Edison pasti rawe-rawe-rantas-malang-malang-putung maju tak gentar gigih melawan keikhlasan yang dilakukan Sarah Gilbert ! 

Namun bagi yang mengutamakan kemanusiaan di atas keduwitan jelas bahwa kesuriteladanan kemanusiaan yang disumbahsihkan oleh Prof Sarah Gilbert merupakan suatu harapan cerah bagi segenap umat manusia di planet bumi yang sedang dirundung duka-cemas akibat pagebluk Corona.

Pandemi ini, alih-alih mereda kini malah makin mengganas merusak kesehatan bahkan merenggut nyawa manusia. Dan, Prof Sarah Gilbert secara nyata meletakkan bukan keduwitan namun kemanusian sebagai mahkota peradaban.

Apa yang dilakukan Prof Sarah Gilbert merupakan bukti tak terbantahkan ada sikap mandraguna mendukung harapan umat manusia. Dia memberi teladan bahwa di tengah kemelut kejahanaman dan kerakusan di marcapada ternyata masih ada manusia mampu dan mau lebih mengedepankan demi mengutamakan kepentingan bersama ketimbang kepentingan diri sendiri.

Thank You, Prof Sarah Gilbert ! 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement